Kepengurusan POBSI Kaltim Diharapkan Bisa Capai Target Dua Emas di PON NTT-B

  • 16 Mei 2026 19:27 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Balikpapan - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (KONI Kaltim), Rusdiansyah Aras, memberikan penegasan agar Ketua Pengprov Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kaltim masa bakti 2026-2030 memiliki visi besar dalam membangun prestasi emas.

Penegasan ini pun harus dicanangkan dengan menargetkan 2 keping emas di perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat mendatang.

Pernyataan ini disampaikannya saat menghadiri pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) POBSI Kaltim yang berlangsung di Hotel Platinum, Balikpapan, pada Sabtu 16 Mei 2026.

Rusdiansyah menyampaikan data kuantitas meja biliar di Kaltim yang sangat potensial namun belum terdistribusi secara seimbang dari segi nomor tanding. Bahkan saat ini, terdapat sekitar 1.000 (seribu) meja biliar yang tersebar di Kaltim.

Kota Samarinda pun menjadi daerah dengan jumlah terbanyak yaitu 450 meja, disusul Balikpapan dengan 300 meja. Sementara itu, wilayah ujung yang berada di Mahakam Ulu dengan 5 meja dan Kutai Barat dengan 15 meja.

Namun, Rusdi menyayangkan dari ribuan meja tersebut, hanya ada satu meja snoker (snooker) di Kaltim, itu pun merupakan aset eks PON Kaltim 2008 silam. Selebihnya, fasilitas yang tersedia hanya diperuntukkan bagi nomor bola 9, 10, dan 15.

"Ke depan, ketua yang baru harus punya visi besar. Potensi kita besar dengan 1.000 meja biliar, tapi fasilitas nomor tanding seperti snoker masih sangat minim. Jika ini dibenahi, target 2 emas di PON 2028 bukan hal yang mustahil," ujar Rusdiansyah Aras.

Kendati demikian, Rusdi tetap memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran pengurus POBSI Kaltim masa bakti 2022–2026 yang telah berjuang dan berhasil menyumbangkan 1 medali perunggu pada ajang PON XXI Aceh-Sumut 2024 lalu.

Sementara itu, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman, menyampaikan bahwa untuk ke depan pengelolaan cabor tidak boleh lagi dilakukan secara formalitas saja.

Mengingat kondisi fiskal daerah saat ini sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja, sehingga efisiensi dan keseriusan mutlak diperlukan untuk mengejar target prestasi.

Sebagai solusi konkret, Rasman meminta Pengprov POBSI Kaltim merumuskan regulasi baku terkait persyaratan pembukaan rumah biliar (pariwisata/hiburan).

"Harus ada syarat regulasi baru. Jika ada pengusaha yang ingin membuka rumah biliar, minimal wajib menyediakan satu meja snoker. Ini penting demi mendukung regenerasi atlet di semua nomor tanding," kata Rasman menegaskan.

Suksesi Kepemimpinan POBSI Kaltim

Dalam kesempatan yang sama, Ketua POBSI Kaltim periode 2022–2026, Roymond, menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama masa kepemimpinannya sekaligus menyampaikan salam pamit kepada seluruh pengurus dan atlet.

Musorprov POBSI Kaltim ini dibuka secara resmi oleh Ketua Bidang Organisasi PB POBSI, Yani Kainama. Agenda utama musyawarah ini adalah memilih nahkoda baru yang akan memikul beban target emas tersebut untuk periode empat tahun ke depan.

Kedua nama tokoh olahraga Kaltim, yakni Abdul Rachman Agus dan Sapto Pramono, hadir langsung dan siap bertarung sebagai calon Ketua POBSI Kaltim masa bakti 2026-2030.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....