Harga Tiket Pesawat Naik, Penumpang APT Pranoto Menurun 40 Persen
- 15 Mei 2026 07:21 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Jumlah penumpang di Bandara APT Pranoto Samarinda turun hingga 30-40 persen sejak kenaikan harga tiket pesawat dan penyesuaian tarif penerbangan pada April 2026. Penurunan paling terasa terjadi pada hari kerja dan mulai berdampak pada operasional sejumlah maskapai.
Kepala BLU Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I APT Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan, mengatakan penurunan itu terlihat dari data statistik penumpang datang maupun berangkat dalam beberapa pekan terakhir.
“Kalau dari laporan statistik memang ada penurunan jumlah penumpang datang dan berangkat,” ujarnya, dikutip pada Jumat, 15 Mei 2026.
Menurut Kadek, sebelumnya aktivitas penumpang di Bandara APT Pranoto bisa mencapai sekitar 2.000 orang per hari. Namun, kini jumlahnya hanya berkisar 1.500 penumpang per hari.
Ia menyebut penurunan tidak terlalu terlihat saat akhir pekan, tetapi cukup signifikan pada hari biasa. Kondisi itu pun membuat suasana bandara tidak seramai sebelumnya.
“Akhir pekan masih relatif stabil, tapi di hari biasa memang mulai terasa penurunannya,” ucapnya.
Turunnya jumlah penumpang membuat beberapa maskapai mulai menyesuaikan jadwal penerbangan demi menjaga tingkat keterisian kursi. Sejumlah penerbangan yang sebelumnya beroperasi dua kali sehari kini mulai dikurangi.
Rute Samarinda menuju Jakarta dan Surabaya menjadi yang paling terdampak. Kadek menyebut pengurangan frekuensi dilakukan karena tingginya biaya operasional maskapai di tengah kenaikan harga avtur.
“Super Air Jet yang biasanya dua kali sehari ke Surabaya kadang jadi sekali sehari. Batik Air rute Jakarta juga sama,” kata Kadek.
Kenaikan harga tiket terjadi setelah pemerintah menyesuaikan tarif penerbangan dan menaikkan batas atas fuel surcharge hingga 38 persen. Selain itu, tarif tiket domestik juga mengalami kenaikan sekitar 9 hingga 13 persen sejak April 2026.
Kendati demikian, aktivitas penerbangan diperkirakan masih berpotensi meningkat saat akhir pekan maupun menjelang hari besar keagamaan. Pihak bandara berharap kondisi industri penerbangan kembali stabil seiring membaiknya harga avtur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....