Peringatan Kenaikan Yesus Kristus di GPdI Temindung Samarinda Diwarnai Sukacita

  • 14 Mei 2026 13:52 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Suasana khidmat mewarnai ibadah peringatan Kenaikan Yesus Kristus di Gereja Pantekosta Indonesia (GPdI) Temindung Jemaat Haleluya, Jalan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kamis 14 Mei 2026 pagi. Ibadah berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 10.00 Wita dan diikuti jemaat dengan penuh sukacita.

Pendeta Muda (Pdm.) GPdI Temindung Jemaat Haleluya, Samuel Goodman Siagian, mengatakan ibadah Kenaikan Yesus Kristus tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga momentum refleksi bagi umat Kristen untuk kembali mengingat tugas dalam memberitakan firman Tuhan.

“Harapannya semua orang Kristen aktif dalam menjalankan ibadahnya dan memberitakan firman Tuhan,” ujarnya.

Dalam khotbahnya, Samuel menekankan agar umat Kristen tidak hanya memikirkan keselamatan pribadi, melainkan juga membagikan ajaran Tuhan kepada orang lain. Ia mengatakan, firman Tuhan tidak boleh berhenti pada diri sendiri, tetapi harus disebarkan kepada sesama.

Selain itu, jemaat juga diingatkan agar tidak takut menghadapi tantangan saat menjalankan pelayanan. Menurutnya, Yesus Kristus merupakan sosok yang memegang kuasa sehingga umat diminta tetap berani dan aktif dalam kehidupan iman.

“Jadi kita enggak boleh takut dalam memberitakan firman, mau apa pun tantangannya,” ucap Pdm. Samuel.

Pendeta Muda (Pdm.) GPdI Temindung Jemaat Haleluya, Samuel Goodman Siagian, usai ibadah Kenaikan Yesus Kristus. (Foto: RRI Samarinda/Chella)

Samuel menjelaskan, peringatan Kenaikan Yesus Kristus berlangsung 40 hari setelah Hari Kebangkitan Paskah. Setelah itu, jemaat akan memasuki rangkaian doa menuju Hari Pentakosta yang diperingati 10 hari kemudian sebagai momen pencurahan Roh Kudus.

Selama 10 hari ke depan jemaat akan mengikuti doa bersama sebagai bentuk refleksi dan penguatan iman. Selain doa, sebagian jemaat juga menjalankan puasa pada hari tertentu untuk membantu jemaat lebih dekat dengan Tuhan dan memperkuat kehidupan spiritual.

"Kalau misalnya doa 10 malam tidak diwajibkan diselingi dengan puasa. Tetapi ada baiknya diselingi, karena kita betul-betul mengikis daging, kita menghilangkan nafsu dan lain-lain supaya lebih intim dan dekat dengan Sang Pencipta," ujar Pdm. Samuel.

Ia pun berharap, peringatan Kenaikan Yesus Kristus dapat kembali memupuk iman jemaat untuk menjadi pribadi yang lebih kuat, aktif, dan berperan dalam menyebarkan kasih Tuhan di tengah kehidupan masyarakat.

"Di-recharge kembali pemikiran, semangat, mental mereka sebagai pejuang-pejuang Kristus, sebagai jemaat-jemaat Tuhan dan tidak tinggal diam melainkan mereka menjadi orang-orang yang berperan aktif dalam menyebarkan kasih daripada Tuhan Kristus," kata Pdm. Samuel, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....