Creative Hub Temindung Disiapkan Jadi Pusat Kolaborasi Komunitas Kreatif

  • 14 Mei 2026 10:24 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Creative Hub Temindung di Samarinda terus didorong menjadi pusat konektivitas dan kolaborasi komunitas ekonomi kreatif di Kalimantan Timur. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, saat menghadiri kegiatan penguatan penyusunan RINDEKRAFDA 2026-2030.

Sri Wahyuni mengatakan, kekuatan utama ekonomi kreatif terletak pada keterhubungan komunitas. Karena itu, Creative Hub Temindung diaktivasi sebagai ruang bertemunya pelaku ekonomi kreatif lintas subsektor.

“Kekuatan komunitas itu ada di keterhubungan dan solidaritas. Creative Hub Temindung ini kita jadikan pusat konektivitas, pusat kolaborasi, dan pusat kontribusi,” katanya.

Sekda Kaltim menjelaskan ekonomi kreatif tidak dapat berdiri sendiri karena memiliki hubungan erat antar subsektor. Ketika satu subsektor berkembang, maka subsektor lainnya juga akan ikut terdorong.

Sri mencontohkan subsektor seni pertunjukan yang dapat menggerakkan bidang musik, fashion, videografi, hingga desain. Menurutnya, pola hubungan tersebut menunjukkan pentingnya membangun ekosistem ekonomi kreatif yang saling mendukung.

Selain sebagai ruang komunitas, Creative Hub Temindung juga disiapkan menjadi tempat inkubasi pelaku ekonomi kreatif. Pemerintah daerah bahkan berencana menghadirkan perusahaan atau “bapak angkat” untuk mendampingi pengembangan usaha kreatif di Kaltim.

Sri mengatakan kolaborasi dengan sektor swasta diperlukan agar pelaku ekonomi kreatif memiliki akses pasar, investor, dan jaringan usaha yang lebih luas. Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat keberlanjutan usaha kreatif daerah.

Kegiatan penguatan penyusunan RINDEKRAFDA 2026-2030 tersebut juga menegaskan peran Temindung Creative Hub sebagai ruang kolaborasi lintas subsektor ekonomi kreatif di Kalimantan Timur. Selain menjadi tempat berkumpulnya komunitas kreatif, fasilitas ini diarahkan sebagai pusat inkubasi dan pengembangan jejaring usaha kreatif daerah.

“Komunitas ekonomi kreatif itu berangkat dari komunitas, ada nilai ekonomi, tapi juga punya nilai jual yang dihasilkan,” ujar Sri Wahyuni.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....