SPJM Bukukan Laba Bersih Lampaui Target RKAP

  • 13 Mei 2026 07:38 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) mencatat kinerja keuangan positif pada kuartal pertama 2026 di tengah dinamika sektor jasa kemaritiman nasional. Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) itu membukukan laba bersih melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) hingga Maret 2026.

Capaian tersebut ditopang pertumbuhan sejumlah lini usaha dan peningkatan efisiensi operasional di berbagai layanan kepelabuhanan. Berdasarkan keterangan resmi perusahaan yang diterima rri.co.id, Rabu 13 Mei 2026, pendapatan usaha konsolidasian SPJM terealisasi 94 persen dari RKAP atau tumbuh lima persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan kinerja juga tercermin pada laba usaha yang tercatat melampaui RKAP dan meningkat 74 persen secara tahunan atau year on year (YoY). Sementara itu, EBITDA perusahaan tumbuh 45 persen dibanding kuartal pertama 2025.

SVP Sekretaris Perusahaan SPJM, Tubagus Patrick, mengatakan capaian tersebut menunjukkan ketahanan bisnis perusahaan di tengah tantangan operasional yang masih dihadapi di sejumlah wilayah layanan.

Dalam keterangannya mengatakan, strategi perusahaan sejak awal tahun dinilai cukup efektif dalam menjaga performa bisnis. Menurutnya, sejumlah lini usaha mampu melampaui target RKAP meskipun masih terdapat tantangan pada beberapa segmen operasional.

“Sejumlah lini usaha mampu melampaui target RKAP, meskipun masih terdapat tantangan di beberapa wilayah dan segmen yang terus kami mitigasi,” ujarnya.

Dari sisi operasional, layanan docking melalui anak usaha PT Pelindo Solusi Maritim (PSM) mencatat realisasi 12 unit kapal selama kuartal pertama 2026. Pada sektor pengelolaan alur pelayaran, realisasi berbasis tonase mencapai 8,25 juta ton.

Selain itu, pengelolaan alur berbasis peti kemas atau box mencapai 99 persen dari target yang ditetapkan perusahaan. Capaian ini dinilai menjadi indikator stabilnya aktivitas layanan kemaritiman dan kepelabuhanan yang dijalankan SPJM.

Pertumbuhan juga terlihat pada layanan pendukung pelabuhan. Realisasi distribusi air bersih mencapai 679.837 ton, sedangkan layanan kelistrikan mencapai 59,76 juta kWh hingga Maret 2026.

Layanan pengelolaan limbah atau waste management menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan realisasi mencapai 310 persen dari RKAP. Sementara layanan oil spill response (OSR) tercatat mencapai 118 persen dari target RKAP 2026.

Pada lini peralatan atau equipment, anak usaha PT BIMA mencatat tingkat availability alat sebesar 89,20 persen atau mencapai 105 persen dari RKAP. Perusahaan menyebut tingkat keandalan alat tetap terjaga melalui indikator MTTR dan MTBF yang stabil.

Dari sisi neraca keuangan, total aset SPJM hingga Maret 2026 tercatat tumbuh 18 persen secara tahunan. Ekuitas perusahaan juga meningkat 20 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Penguatan kondisi likuiditas turut tercermin dari peningkatan arus kas operasi yang melonjak signifikan dibandingkan kuartal pertama 2025. Selain itu, saldo kas perusahaan tumbuh 60 persen secara tahunan.

Manajemen SPJM menilai capaian tersebut memperkuat posisi perusahaan sebagai salah satu penopang kinerja dalam ekosistem BUMN kepelabuhanan nasional. Ke depan, perusahaan akan mendorong optimalisasi aset, pengembangan layanan bernilai tambah, serta memperkuat digitalisasi dan kemitraan strategis guna mendukung target pertumbuhan sepanjang 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....