Jurusan DKV SMKN 15 Samarinda Latih Siswa Jadi Kreator Digital
- 12 Mei 2026 13:33 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) di SMK Negeri 15 Samarinda terus menunjukkan potensinya sebagai salah satu jurusan kreatif yang mampu menjawab kebutuhan industri digital saat ini. Berlokasi di Jalan Ir. H. Nusyirwan Ismail, Lok Bahu, Sungai Kunjang, jurusan ini fokus mengembangkan kemampuan siswa di bidang multimedia, fotografi, videografi, hingga desain grafis.
Kepala Jurusan DKV SMKN 15 Samarinda, Chandra Nugraha, menjelaskan jurusan DKV sebelumnya dikenal sebagai jurusan multimedia. Namun, seiring penerapan Kurikulum Merdeka, nama tersebut berubah menjadi Desain Komunikasi Visual dengan cakupan kompetensi yang lebih luas.
“Awalnya multimedia, kemudian karena Kurikulum Merdeka akhirnya berubah menjadi desain komunikasi visual. Jadi lebih spesifik ke multimedia dan juga percetakan yang dilebur menjadi satu,” ujarnya.
Menurut Chandra, terdapat tiga kompetensi utama yang menjadi fokus pembelajaran siswa di jurusan DKV, yakni fotografi, videografi, dan desain grafis. Ketiga bidang tersebut dinilai menjadi kemampuan penting yang harus dimiliki siswa agar mampu bersaing di dunia kerja kreatif.
“Yang paling penting itu fotografi, videografi, dan desain grafis. Tiga kompetensi itu yang kita fokuskan supaya siswa benar-benar bisa berkompetensi di bidang tersebut,” katanya.
Ia juga menilai kemampuan desain digital menjadi kebutuhan penting di era modern, terlebih dengan perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin pesat digunakan di berbagai sektor.

“Kalau dibilang penting, ya penting banget. Sekarang semuanya serba digital dan AI juga semakin banyak digunakan. Tapi AI itu hanya bantuan, ide dan kreativitas tetap dari manusia,” ujarnya.
Meski teknologi AI mampu membantu proses desain, Chandra menegaskan sentuhan kreativitas manusia tetap tidak dapat tergantikan. Menurutnya, hasil desain yang dibuat secara langsung memiliki rasa dan karakter berbeda dibandingkan hasil buatan AI.
“Kalau berbicara soal rasa dan feel, desain yang dibuat sendiri tentu berbeda. Sekarang justru siswa juga harus dilatih membuat prompt atau kata perintah yang tepat untuk menghasilkan karya melalui AI,” katanya.
Dalam menggali bakat dan potensi siswa, pihak jurusan DKV menerapkan asesmen awal untuk mengetahui minat dan kemampuan masing-masing siswa. Dari hasil tersebut, guru kemudian membagi siswa sesuai bidang yang paling diminati.
“Kita lihat dulu siswa lebih tertarik ke mana, apakah desain, foto, atau video. Setelah itu kita arahkan dan kembangkan potensinya melalui berbagai proyek kreatif,” ujarnya.
Melalui metode proyek kelompok dan brainstorming, guru dapat melihat kreativitas siswa dalam mencari solusi terhadap tantangan yang diberikan. Dari proses tersebut, kemampuan berpikir kreatif siswa dapat terus diasah dan dikembangkan.
“Kita gali kemampuan mereka lewat proyek. Dari situ terlihat bagaimana cara mereka mencari solusi kreatif dan kemampuan berpikirnya sampai di mana,” katanya.
Chandra berharap jurusan DKV di SMKN 15 Samarinda semakin diminati masyarakat dan mampu mencetak lulusan yang siap kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Menurutnya, peluang kerja lulusan DKV sangat luas karena dapat masuk ke berbagai bidang industri kreatif.
“Peluang kerjanya banyak sekali. Bisa jadi fotografer, videografer, animator, masuk production house, bahkan lanjut kuliah juga sangat bisa,” ujarnya.
Ia pun berpesan kepada para pelajar SMP yang ingin melanjutkan pendidikan ke SMK agar tidak ragu memilih jurusan sesuai minat dan bakat. Menurutnya, keberhasilan siswa ditentukan oleh kemauan untuk belajar dan terus mengembangkan diri.
“Semua jurusan itu bagus, tinggal bagaimana siswanya mau belajar atau tidak. Kalau di DKV ini keunggulannya lebih dekat dengan perkembangan teknologi dan peluang kerjanya juga luas,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....