Penutupan Kala Fest 2026 Meriah, Catat Transaksi Syariah Miliaran Rupiah
- 10 Mei 2026 22:14 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Alunan selawat bergema di pelataran Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda, menandai berakhirnya gelaran Kaltim Halal Festival (Kala Fest) 2026. Penampilan emosional musisi religi Haddad Alwi dengan lagu "Rindu Muhammadku" menjadi magnet yang membuat ribuan masyarakat tumpah ruah dalam suasana haru sekaligus bahagia.
Di tengah lautan manusia, Abdul Halim Azmi, warga Samarinda Seberang, tampak antusias mengikuti rangkaian acara penutupan. Ia mengaku telah bersiap sejak petang demi menyaksikan momen ini.
“Saya sudah menunggu sejak ba’da Isya, sengaja membawa anak-anak ke Islamic Center untuk berselawat, bernyanyi bersama sekaligus melihat festival ini,” ujarnya di sela-sela acara. Minggu, 10 Mei 2026 malam.

Kala Fest 2026 yang diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalimantan Timur ini bukan sekadar panggung hiburan. Selama tiga hari penyelenggaraan, ajang ini mencatatkan dampak ekonomi yang signifikan. Pelaksana Harian (Plh) Kepala Perwakilan BI Kaltim, Bayuadi Hardiyanto, mengungkapkan bahwa festival ini berhasil menarik lebih dari 24 ribu pengunjung dan menjangkau 700 ribu audiens secara digital.
"Kala Fest tahun ini mengangkat tiga tema utama: pembiayaan sosial syariah, halal lifestyle, serta literasi dan edukasi ekonomi syariah. Kami ingin mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis nilai Islam di Kalimantan Timur," kata Bayuadi.
Salah satu capaian konkret adalah program Business Matching yang mempertemukan UMKM dengan lembaga keuangan syariah, menghasilkan realisasi pembiayaan sebesar Rp3,29 miliar. Selain itu, peluncuran gerakan "Kaltim Berwakaf Digital" juga sukses mengumpulkan dana sebesar Rp53,4 juta.
Tidak hanya di sektor keuangan, sisi hilir ekonomi juga bergerak melalui Gerakan Pangan Murah serentak di tujuh kabupaten/kota se-Kaltim yang mencatat total penjualan hingga Rp670 juta. Dalam acara ini, dilakukan pula peluncuran situs web KDEKS sebagai pusat informasi halal dan penyerahan sarana prasarana untuk pondok pesantren serta Rumah Potong Unggas (RPU) halal.

Sementara menutup kegiatan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi BI Kaltim dalam mengedukasi masyarakat. Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, menekankan pentingnya literasi ekonomi syariah bagi generasi muda sebagai persiapan menghadapi bonus demografi.
“Kaltim ini didominasi penduduk usia muda. Jika mereka paham ekonomi syariah sekarang, maka 10 hingga 20 tahun lagi merekalah yang akan memegang kendali ekonomi Kaltim yang produktif dan sejahtera,” ujar Sri Wahyuni.
Ia juga menambahkan bahwa sertifikasi halal pada produk UMKM bukan sekadar urusan kualitas, melainkan bentuk amal jariyah yang memberi rasa aman bagi masyarakat.
Penutupan acara yang merupakan bagian dari Road to Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Kawasan Timur Indonesia 2026 ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Dekranasda Kaltim Wahyu Hernaningsih Seno Aji, Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltim Agus Taufik, serta jajaran Forkopimda Kaltim. Kesuksesan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi ekosistem ekonomi syariah yang lebih solid di Bumi Etam.

Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....