Literasi Digital Dinilai Penting Cegah Pelecehan Online terhadap Perempuan
- 09 Mei 2026 18:39 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Perempuan dinilai perlu lebih aktif membangun kesadaran dan keberanian untuk mencegah kekerasan seksual berbasis online yang kini semakin marak terjadi di ruang digital. Rendahnya literasi digital disebut menjadi salah satu faktor yang membuat kasus pelecehan dan kekerasan seksual di media sosial masih sering terjadi.
Pemanfaatan teknologi dan media sosial dinilai harus dibarengi dengan pemahaman mengenai bentuk-bentuk kekerasan seksual berbasis online agar masyarakat mampu melakukan pencegahan sejak dini. Hal ini dikatakan Akademisi UINSI, Rega Armella kepada rri.co.id Sabtu 9 Mei 2026 di NutriHub Samarinda New Jl. Juanda 4 No. 91.
“Kekerasan seksual berbasis online itu sangat berkaitan dengan bagaimana kita memanfaatkan teknologi. Ketika kita tahu di ruang publik terdapat potensi pelecehan atau kekerasan seksual, maka kita harus berani bersikap dan membangun kesadaran bahwa menciptakan ruang aman merupakan tanggung jawab bersama,” ujar Rega yang juga pemenang gender Champion Samarinda 2025.
Menurut Rega, masyarakat perlu meningkatkan pemahaman mengenai bentuk-bentuk pelecehan dan kekerasan seksual agar tidak hanya menjadi penonton ketika menemukan kasus di ruang digital. Ia menilai keberanian untuk bersuara atau speak up menjadi langkah penting dalam meminimalisir kekerasan terhadap perempuan di media sosial.
Ia mengatakan perempuan maupun masyarakat umum harus mulai aktif memanfaatkan teknologi untuk belajar mengenai kekerasan seksual dan langkah pencegahannya. Menurutnya, media sosial tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Kita harus menumbuhkan pengetahuan dan literasi tentang bagaimana sebenarnya pelecehan dan kekerasan seksual itu terjadi sehingga kita bisa menjadi bagian yang terlibat aktif melakukan pencegahan,” katanya.
Selain itu, Rega menilai persoalan kekerasan seksual tidak dapat dibebankan hanya kepada perempuan. Menurutnya, laki-laki juga memiliki tanggung jawab yang sama dalam menciptakan ruang aman bagi perempuan dan anak, baik di lingkungan nyata maupun di ruang digital.
Ia menyebut hingga saat ini masih banyak kasus pelecehan dan kekerasan seksual yang melibatkan kelompok rentan seperti perempuan dan anak. Karena itu, kolaborasi seluruh pihak dinilai penting agar lingkungan sosial dan ruang digital menjadi lebih aman serta inklusif.
“Kalau perempuan hanya menjadi korban atau penonton dan membiarkan hal itu terjadi, maka kita tidak bisa berkontribusi secara signifikan dalam pencegahan. Untuk itu kita harus berani bersuara,” ucapnya.
Rega juga mengajak masyarakat untuk tidak takut melaporkan atau menyampaikan kasus kekerasan seksual yang ditemukan di media sosial. Ia berharap meningkatnya literasi digital dapat membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam melindungi perempuan dan anak dari kekerasan berbasis online.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....