Ikan Asin Disiapkan Jadi Komoditas Ekspor Baru Kaltim
- 08 Mei 2026 09:00 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur mulai menyiapkan ikan asin sebagai komoditas ekspor baru daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas pasar produk perikanan olahan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil laut masyarakat pesisir.
Kabid Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan DKP Kaltim, Irma Listyawati kepada rri.co.id Jumat 8 Mei 2026, mengatakan, selama ini komoditas ekspor perikanan Kalimantan Timur masih didominasi udang windu, bandeng, kerapu, dan rumput laut. Sementara produk ikan asin dinilai memiliki potensi besar namun belum tergarap maksimal.
Menurut Irma, saat ini DKP Kaltim mulai melakukan komunikasi dan pendataan terhadap produsen ikan asin di sejumlah daerah untuk dipersiapkan memenuhi standar ekspor.
“Kami sedang mencari dan mengumpulkan produsen ikan asin untuk nantinya difasilitasi sertifikasi agar produknya bisa menembus pasar ekspor,” katanya.
Ia menjelaskan, pengembangan ikan asin sebagai produk ekspor memerlukan pengawasan ketat terutama dalam aspek pengolahan dan keamanan pangan. Karena itu, pemerintah akan memastikan seluruh proses produksi memenuhi standar operasional yang telah ditetapkan.
Menurutnya, produk ikan asin memiliki peluang pasar cukup besar karena termasuk produk olahan yang tahan lama dan mudah didistribusikan. Namun kualitas pengolahan tetap menjadi perhatian utama agar produk diterima pasar internasional.
“Asal pengelolaannya sesuai standar keamanan pangan tentu peluangnya besar. Produk akan diuji kembali untuk memastikan kualitas dan keamanannya,” ujarnya.
Dalam pengembangan program tersebut, DKP Kaltim juga melakukan koordinasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM serta pemerintah kabupaten dan kota, khususnya di wilayah penghasil ikan asin.
Salah satu daerah yang mulai diajak berkolaborasi yakni Kabupaten Kutai Kartanegara yang memiliki potensi pengolahan hasil perikanan cukup besar.
Selain mempersiapkan produk ekspor baru, pemerintah daerah juga terus melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha pengolahan hasil laut melalui pendampingan mutu, pelatihan teknis, hingga fasilitasi sertifikasi kelayakan pengolahan.
DKP Kaltim menilai hilirisasi produk perikanan menjadi langkah penting dalam memperkuat ekonomi pesisir dan menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru nonmigas di Kalimantan Timur.
Irma berharap pengembangan industri ikan asin tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi produk perikanan daerah, tetapi juga membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat pesisir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....