Pemkot Samarinda Ajak ASN Manfaatkan AI Secara Bijak untuk Menulis Proposal
- 06 Mei 2026 14:59 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi salah satu materi penting dalam Bimbingan Teknis Penulisan Proposal Lomba Inovasi yang digelar Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Samarinda. Teknologi tersebut dinilai dapat membantu aparatur sipil negara mempercepat proses penyusunan proposal, mulai dari tahap pencarian ide hingga penyusunan narasi.
Dalam kegiatan tersebut, Analis Kebijakan Ahli Muda PUSJAR SKPP LAN Samarinda, Maria Agustini Permata Sari, menjelaskan AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk mencari inspirasi, menyusun kerangka proposal, hingga memformalkan kalimat. Namun, menurutnya, penggunaan teknologi ini tetap harus dilakukan secara cermat dan tidak boleh menggantikan pemikiran utama dari penyusun proposal.
Sari menegaskan, data, fakta lapangan, dan substansi inovasi tetap harus berasal dari aparatur yang mengusulkan program. AI, kata dia, sebaiknya hanya berfungsi sebagai second brain atau pendamping, bukan sumber utama yang menentukan arah isi proposal.
Sari mengingatkan peserta agar tidak sekadar menyalin seluruh hasil keluaran AI tanpa proses telaah. Setiap rekomendasi yang muncul perlu dianalisis lebih dahulu agar benar-benar sesuai dengan kondisi riil, kebutuhan masyarakat, serta karakteristik perangkat daerah masing-masing.
Menurut Sari, kemampuan memanfaatkan AI secara tepat kini menjadi bagian dari kompetensi yang semakin relevan bagi ASN. Hal itu sejalan dengan arah pengembangan kapasitas aparatur di Kota Samarinda yang mulai menitikberatkan pada tata kelola pemerintahan berbasis digital.
“AI itu powerful, tetapi first brain-nya tetap kita. Data harus dari Bapak Ibu, AI hanya pendamping untuk membantu menulis lebih baik,” kata Sari pada Selasa 5 Mei 2026.
Sari juga menyoroti masih adanya praktik penggunaan AI yang kurang tepat dalam penyusunan dokumen. Tidak jarang ditemukan hasil salinan mentah yang langsung dimasukkan ke proposal tanpa penyesuaian, sehingga justru mengurangi kualitas substansi dan ketepatan informasi.
Materi tentang pemanfaatan AI dalam bimtek ini menegaskan transformasi digital tidak hanya soal penguasaan teknologi, tetapi juga tentang kemampuan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Dalam konteks lomba inovasi, kualitas proposal tetap ditentukan oleh ketajaman analisis, akurasi data, serta kemampuan aparatur menjelaskan dampak nyata dari inovasi yang dijalankan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....