Pemkot Samarinda, Buat Bimbingan Teknis Penulisan Proposal Inovasi ASN

  • 06 Mei 2026 14:05 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Samarinda menggelar Bimbingan Teknis Penulisan Proposal Lomba Inovasi dengan tema Dari Ide Kreatif Menjadi Proposal Inovasi Layak Uji. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Samarinda untuk memperkuat budaya inovasi di lingkungan aparatur sipil negara.

Bimtek tersebut menghadirkan Analis Kebijakan Ahli Muda Pusat Pembelajaran Strategi Kebijakan dan Pengembangan Kompetensi Pemerintahan (PUSJAR SKPP LAN) Samarinda, Maria Agustini Permata Sari.

Sari menjelaskan, pelatihan tersebut juga diarahkan agar ASN tidak berhenti pada tahap memahami konsep semata. "Para peserta didorong untuk berani melangkah lebih jauh dengan ikut serta dalam berbagai kompetisi inovasi di tingkat kota, provinsi, hingga nasional," ucap Maria pada Selasa 5 Mei 2026.

Sari mengungkapkan, banyak inovator di lingkungan perangkat daerah sebenarnya telah memiliki gagasan yang baik dan relevan dengan kebutuhan pelayanan publik. Namun, tidak sedikit yang mengalami kendala ketika harus menuangkan ide tersebut ke dalam proposal yang sistematis, runtut, dan mampu meyakinkan dewan juri.

“Kegiatan hari ini bukan hanya forum pembelajaran biasa, tetapi bagian dari upaya strategis Pemerintah Kota Samarinda untuk mendorong tumbuhnya budaya inovasi,” ujar Maria. Ia menambahkan, proposal memiliki peran penting karena menjadi tahapan awal yang menentukan apakah sebuah inovasi layak masuk ke proses penilaian lebih lanjut.

Menurut Sari, dalam kompetisi inovasi, juri tidak mungkin mewawancarai seluruh peserta secara langsung. Karena itu, proposal menjadi instrumen seleksi awal yang harus mampu menjelaskan persoalan, solusi, dampak perubahan, serta didukung data yang terukur dan sesuai dengan panduan teknis penyelenggara.

Sari juga menekankan pentingnya ketelitian dalam memenuhi setiap unsur proposal, mulai dari latar belakang, tujuan, manfaat, dokumentasi, hingga sistematika penulisan. Proposal yang baik, kata dia, bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan sarana utama untuk menunjukkan inovasi yang diajukan benar-benar telah memberi dampak nyata.

“Proposal inovasi adalah cara pejuang inovasi meyakinkan juri inovasi yang dilakukan benar-benar bagus, berdampak positif, dan layak untuk dikembangkan,” katanya.

Bimtek yang diikuti ratusan ASN tersebut sekaligus menunjukkan keperluan peningkatan kapasitas penulisan proposal inovasi semakin besar di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda. Dari forum itu terlihat banyak aparatur telah memiliki ide dan pengalaman inovasi, tetapi masih membutuhkan penguatan pada aspek penyusunan dokumen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....