BGTK Kaltim Soroti Kekurangan Guru Bimbingan Konseling di Sekolah
- 06 Mei 2026 09:52 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kekurangan tenaga guru bimbingan konseling menjadi salah satu sorotan dalam Parade Webinar Etam Kayuh Bebaya peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026. Kondisi itu dinilai menjadi tantangan serius dalam pendampingan psikologis dan sosial siswa di sekolah.
Pemateri webinar sekaligus Pengaja BK di SMKN 6 Samarinda , Dwi Handoko, mengatakan persoalan pendidikan saat ini tidak lagi hanya terkait capaian akademik. Menurutnya, sekolah juga berhadapan dengan persoalan sosial, emosional, dan psikologis yang semakin kompleks.
Dwi menjelaskan, secara ideal seorang guru BK menangani sekitar 150 hingga 250 siswa. Namun di lapangan, jumlah itu kerap melampaui kapasitas, bahkan ada yang harus mendampingi 300 hingga 800 siswa.
Kondisi tersebut diperparah dengan belum meratanya keberadaan guru BK di semua jenjang pendidikan. Di tingkat sekolah dasar, misalnya, hingga kini belum ada kebijakan resmi mengenai penempatan guru BK.
Dwi menilai, keterbatasan itu membuat kolaborasi antarpendidik menjadi sangat penting. Guru mata pelajaran dan wali kelas disebut sebagai pihak yang paling awal dapat mengenali perubahan perilaku atau masalah psikologis siswa.
“Guru mapel dan wali kelas merupakan pihak pertama yang bisa mendeteksi masalah psikologi siswa. Karena Bapak Ibu wali kelas biasanya berinteraksi harian dengan siswa-siswa di kelas,” katanya. Rabu, 6 Mei 2026.
Dwi menegaskan, guru BK tidak bisa bekerja sendiri dalam mendampingi siswa. Dibutuhkan sinergi yang melibatkan seluruh unsur sekolah agar deteksi dini terhadap persoalan murid dapat berjalan lebih efektif.
Konsep “setiap guru adalah pembimbing” pun dinilai semakin relevan. Dwi menyebut amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 dan Permendikdasmen Nomor 11 Tahun 2025 menegaskan membimbing murid merupakan bagian dari tugas semua guru.
“Guru BK tidak dapat bekerja sendiri, perlu sinergi dengan guru mapel, wali kelas, dan pihak lain di ekosistem sekolah. Maka diperlukan pelatihan dasar BK bagi semua guru,” ucapnya pada Selasa 5 Mei 2026.
Melalui webinar ini, BGTK Kaltim mendorong lahirnya pola kerja kolaboratif di sekolah. Pendampingan siswa dipandang akan lebih menyeluruh bila seluruh guru memiliki kepekaan yang sama terhadap kondisi murid.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....