BGTK Kaltim Kenalkan Tujuh Jurus Bimbingan Konseling Hebat untuk Sekolah

  • 05 Mei 2026 14:59 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Parade Webinar Etam Kayuh Bebaya dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 pada Selasa 5 Mei 2026 menyoroti pentingnya pendampingan murid secara menyeluruh. Kegiatan yang digelar Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Timur itu menghadirkan Pengajar Bimbingan Konseling SMKN 6 Samarinda, Dwi Handoko, sebagai pemateri.

Dalam paparannya, Dwi menegaskan pendidikan tidak dapat dipahami semata melalui angka-angka akademik. Menurutnya, sekolah juga memiliki tanggung jawab menumbuhkan pribadi murid secara utuh di tengah proses pembelajaran.

“Di mana-mana pendidikan tidak hanya berbicara tentang nilai, rapor, ujian ataupun capaian akademik saja. Pendidikan juga berbicara tentang bagaimana kita mendampingi murid agar mereka tumbuh sebagai pribadi yang utuh di dalam proses pembelajaran di sekolah,” kata Dwi Handoko.

Dwi menjelaskan, murid perlu dibantu mengenali diri sendiri sejak dini. Selain itu, mereka juga harus belajar mengelola emosi agar tidak mudah terprovokasi oleh lingkungan yang kurang sehat.

Menurutnya, kemampuan untuk bangkit dari kegagalan atau resiliensi menjadi bekal penting bagi siswa. "Lingkungan sekolah yang aman, menerima, dan mendukung juga dinilai menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter tersebut," ucapnya.

Melalui konsep Tujuh Jurus BK Hebat, materi bimbingan konseling disebut tidak lagi disampaikan sebagai teori yang berat. Dwi menekankan pendekatan ini dirancang praktis, sederhana, dan bisa diterapkan guru melalui langkah-langkah kecil di sekolah.

“Saya akan membahas tujuh jurus BK secara praktis dan lebih sederhana. Harapan saya, Bapak Ibu guru bisa melihat tujuh jurus BK hebat dapat diterapkan melalui langkah-langkah kecil sehingga anak-anak lebih mudah menerapkannya,” ujarnya.

Menurut Dwi, perubahan cara pandang guru menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Pendampingan yang konsisten dinilai dapat membantu siswa tumbuh dengan kesiapan emosional dan sosial yang lebih baik.

Ia menambahkan, Tujuh Jurus BK Hebat tidak hanya dimaksudkan sebagai program tambahan. Pendekatan itu diharapkan menjadi budaya baru dalam mendampingi peserta didik di lingkungan sekolah. Webinar ini menegaskan pendidikan tidak berhenti pada pencapaian akademik. Sekolah juga dituntut menjadi ruang tumbuh yang memberi rasa aman, dukungan, dan kesempatan berkembang bagi setiap murid.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....