Lonjakan Harga Avtur Mulai Menekan Sektor Transportasi dan Pariwisata Samarinda
- 05 Mei 2026 13:43 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kenaikan harga bahan bakar avtur pada April 2026 mulai memberi tekanan pada sektor transportasi udara dan pariwisata. Badan Pusat Statistik Kota Samarinda mencatat lonjakan harga avtur terjadi lebih dari 70 persen dalam satu bulan.
Secara internasional, harga bahan bakar avtur naik dari 74,2 sen dolar Amerika Serikat menjadi 133,8 sen dolar Amerika Serikat per liter. Di tingkat domestik, harga avtur di Bandara Soekarno-Hatta meningkat dari Rp13.656 menjadi Rp23.551 per liter.
Menurut Kepala BPS Samarinda Supriyanto, lonjakan tersebut dipicu ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah. "Kondisi itu berdampak langsung terhadap pasar energi global, termasuk bahan bakar pesawat," kata Supriyanto pada Senin 4 Mei 2026.
Kenaikan avtur membuat struktur biaya operasional pesawat jet berubah signifikan. Porsi biaya bahan bakar yang sebelumnya sekitar 10 persen melonjak menjadi 38 persen dari total biaya operasional.
Tekanan biaya tersebut berpotensi menaikkan tarif penerbangan nasional. Namun pemerintah masih menahan lonjakan tarif di kisaran 9 hingga 13 persen melalui skema subsidi dan penanggungan PPN 11 persen.
“Pemerintah menahan kenaikan harga tiket melalui subsidi dengan alokasi sekitar Rp2,6 triliun untuk dua bulan berjalan,” kata Supriyanto. Ia menilai langkah itu menjadi bantalan penting bagi mobilitas masyarakat dan sektor pariwisata.
Meski tarif belum melonjak tajam, BPS menilai dampak kenaikan avtur mulai terasa pada pola perjalanan masyarakat. Jika tekanan energi global berlanjut, sektor pariwisata daerah berpotensi menghadapi tantangan lebih besar pada triwulan berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....