Ketahuan Bawa Kendaran ke Sekolah, Dishub Gembosi Ban Motor Pelajar SMP 7 Samarinda
- 05 Mei 2026 13:33 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Perhubungan Kota Samarinda melakukan razia kendaraan di SMPN 7 Samarinda, Jalan Kadrie Oening, Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu pada Selasa, 6 Mei 2026. Sejumlah sepeda motor yang diketahui milik pelajar langsung ditindak dengan cara digembosi bannya oleh petugas.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan penindakan ini dilakukan demi menjaga keselamatan pelajar yang masih di bawah umur. Terlebih, para pelajar tersebut belum memiliki izin berkendara resmi yang dibuktikan dengan kepemilikan Surat Izin Mengemudi (SIM).
"Di undang-undang sana sudah diatur dan sudah ada kajiannya bahwasanya secara psikologis anak-anak di bawah usia 16 tahun rentan terlibat kecelakaan lalu lintas. Apalagi tingkat pemahaman mereka berlalu lintas di jalan, rambu-rambu, marka-marka itu sangat kurang," ujarnya.
Meski demikian, Manalu mengapresiasi pihak sekolah yang mengaku telah menyosialisasikan larangan membawa kendaraan kepada para muridnya. Meski, hingga hari ini didapati siswa yang masih nekat. Bahkan, di antaranya memarkirkan kendaraan mereka di sembarang tempat.
Menurut Manalu, aturan tersebut penting diberlakukan lantaran pelajar merupakan generasi masa depan bangsa. Dengan mencegah sejak dini berarti menjaga keberlangsungan generasi emas di tahun 2045.
"Karena korban kecelakaan lalu lintas terbanyak itu adalah anak-anak yang produktif. Mungkin ada juga yang pelajar dan juga ini sekaligus mendukung instruksi pemerintah pusat untuk efisiensi bahan bakar," ucapnya, menambahkan.
Di sisi lain, ia juga menyayangkan masih adanya pelajar yang tidak menaati aturan larangan membawa kendaraan ke sekolah. Padahal, penerimaan sekolah saat ini telah menerapkan sistem zonasi.
Artinya, jarak antara rumah murid dengan sekolah tidak begitu jauh. Manalu pun mengajak para siswa untuk mencari alternatif lain, misalnya, dengan bersepeda atau jalan kaki.
"Itu kan budaya sehat, budaya baik yang harus dibangun. Ini adalah bentuk kecintaan kita kepada mereka supaya anak-anak itu sadar bahwasanya mereka adalah generasi bangsa di masa yang akan datang," kata dia, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....