Pemkot Samarinda Ingatkan Disiplin Pedagang Pasca Kebakaran Pasar Segiri

  • 05 Mei 2026 12:23 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Pemerintah Kota Samarinda mengingatkan pentingnya kedisiplinan pedagang setelah area terdampak kebakaran di Pasar Segiri selesai diperbaiki. Penegasan itu disampaikan saat peninjauan lapangan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

Penanganan fisik yang telah dilakukan saat ini baru merupakan tahap awal dari proses pemulihan pascakebakaran. Setelah area pasar kembali ditempati, tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban tidak hanya berada di tangan pemerintah, tetapi juga menjadi kewajiban bersama seluruh pedagang dan pengelola pasar.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun menilai, faktor perilaku dan kebiasaan sehari-hari di lingkungan pasar menjadi hal yang sangat menentukan. Aktivitas penggunaan listrik, penataan barang dagangan, hingga kebiasaan meninggalkan lapak dalam kondisi tidak terawasi dinilai menjadi bagian yang perlu mendapat perhatian serius.

Menurut Andi, potensi kebakaran harus diantisipasi sejak dini melalui pengawasan yang rutin dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. "Langkah pencegahan dinilai jauh lebih penting agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak kembali terganggu akibat insiden serupa," ucapnya pada Senin 4 Mei 2026.

Andi Harun juga menekankan perlunya pembinaan yang konsisten dari UPT pengelola pasar kepada para pedagang. Pembinaan itu tidak hanya berkaitan dengan kebersihan dan ketertiban, tetapi juga menyangkut penggunaan instalasi listrik secara aman serta kepatuhan terhadap tata kelola pasar.

“Pasar ini adalah tanggung jawab kita bersama. Kita harus menjaganya, kita harus merawatnya, terutama kita harus menghindarkan semua hal yang bisa berpotensi terulangnya kembali kebakaran,” ujar Andi Harun.

Selain itu, pengelola pasar diminta lebih aktif melakukan pengawasan di lapangan. Pemerintah menilai keberadaan petugas di area pasar harus mampu memastikan aktivitas perdagangan berjalan tertib, aman, dan tidak menimbulkan potensi bahaya baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....