Inflasi Kaltim April 2026 Terkendali di 2,5 Persen
- 05 Mei 2026 12:21 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Provinsi Kalimantan Timur mencatat inflasi yang relatif terkendali pasca Idulfitri 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahunan (year-on-year) pada April 2026 berada di angka 2,5 persen.
Kepala BPS Kalimantan Timur, Mas'ud Rifai, menyampaikan kondisi ini menunjukkan tren penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Hal tersebut mencerminkan efektivitas pengendalian harga oleh pemerintah daerah.
Secara bulanan, inflasi Kalimantan Timur tercatat sebesar 0,11 persen. Menurutnya, pola ini sesuai tren historis di mana tekanan harga cenderung mereda setelah periode hari besar keagamaan. “Ini menjadi indikasi positif karena kenaikan harga pasca-Lebaran tidak terlalu tinggi, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.
Meski demikian, ia menyoroti adanya fluktuasi pada sejumlah komoditas pangan. Komoditas tomat menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil sekitar 0,1 persen, disusul semangka dan minyak goreng.
Kenaikan harga tomat dipicu terbatasnya pasokan dari luar daerah. Kondisi ini menyebabkan harga di pasar lokal masih bertahan di level tinggi meski permintaan mulai stabil.
Di sisi lain, kelompok transportasi juga memberikan kontribusi terhadap inflasi. Penyesuaian harga bahan bakar, termasuk Pertamina Dex dan Dexlite, turut memengaruhi pengeluaran masyarakat.
Namun, tekanan inflasi berhasil diredam oleh penurunan harga sejumlah komoditas, seperti daging ayam ras dan cabai rawit yang pasokannya mulai melimpah di pasaran.
Secara kewilayahan, Kabupaten Berau mencatat inflasi bulanan tertinggi, sementara Balikpapan mengalami deflasi tipis.
Mas'ud menegaskan pentingnya penguatan koordinasi antar daerah dalam menjaga stabilitas pasokan pangan. Upaya tersebut dinilai menjadi kunci agar inflasi tetap berada dalam target nasional. “Koordinasi distribusi dan ketersediaan barang harus terus diperkuat agar gejolak harga dapat dikendalikan secara merata,” ujarnya.
BPS akan terus memantau perkembangan harga di pasar sebagai dasar penyusunan kebijakan ekonomi yang responsif dan tepat sasaran di Kalimantan Timur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....