DPRD Balikpapan Kawal Tuntutan Sopir Truk, Pertamina Siap Buka SPBU 24 Jam
- 04 Mei 2026 16:17 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Balikpapan - Aksi unjuk rasa yang digelar oleh perwakilan sopir truk dan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan Gedung DPRD Kota Balikpapan berlangsung kondusif pada Senin, 4 Mei 2026. Massa yang membawa belasan armada truk tersebut diterima langsung oleh Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, beserta jajaran pimpinan dewan lainnya.
Dalam orasi yang dilakukan secara bergantian, para pengunjuk rasa menyampaikan petisi berisi delapan poin tuntutan utama. Inti dari tuntutan tersebut adalah mendesak ketegasan aparat penegak hukum dalam mengawasi distribusi solar, menindak praktik penimbunan BBM bersubsidi, serta meminta penambahan titik distribusi SPBU guna mengurai antrean panjang yang selama ini terpusat di SPBU Kilo 13 dan Kilo 15.
Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri, menunjukkan empatinya dengan membacakan langsung poin-poin tuntutan massa menggunakan pengeras suara. Ia menegaskan komitmen legislatif untuk mengawal aspirasi tersebut hingga ke tingkat pusat.
"Saya sudah berkomunikasi dengan pihak Pertamina terkait desakan pembukaan SPBU 24 jam di titik-titik strategis. Alhamdulillah, Pertamina menyanggupi. Namun, saya juga menekankan agar operasional 24 jam tersebut harus dibarengi dengan ketersediaan stok BBM yang mencukupi," kata Alwi tegas.
Menanggapi tuntutan tersebut, Sales Area Manager Retail Kaltimut Patra Niaga Regional Kalimantan, Narotama Aulia Fahjri, menyatakan kesiapannya untuk merealisasikan operasional SPBU 24 jam.
"Kami akan segera membahas titik-titik strategisnya bersama perwakilan sopir dan mahasiswa. Kami juga perlu berkoordinasi dengan BPH Migas terkait teknis di lapangan," ujar Narotama di hadapan massa yang disambut dengan sorak sorai antusias.
Selain menyepakati perpanjangan jam operasional SPBU, pihak Pertamina Patra Niaga Balikpapan dan DPRD juga menyatakan kesediaan untuk mendampingi perwakilan sopir truk bertolak ke Jakarta guna berdialog langsung dengan kantor pusat Pertamina dan pihak terkait lainnya.
Aksi yang dijaga ketat oleh 240 personel Polresta Balikpapan ini berakhir tertib. Setelah mendapatkan kepastian dan solusi konkret, massa membubarkan diri dengan teratur, sehingga arus lalu lintas di sekitar gedung dewan kembali normal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....