Bontang Optimistis Tembus Tiga Besar Kota Pangan Aman Nasional
- 02 Mei 2026 20:08 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Bontang - Pemerintah Kota Bontang terus mempercepat capaian program prioritas daerah, salah satunya melalui penguatan sektor keamanan pangan. Upaya tersebut ditandai dengan audiensi bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI terkait penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman, Kamis, 30 April 2026 di Kantor Wali Kota Bontang.
Audiensi ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kualitas pengawasan pangan. Kegiatan dihadiri Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Akhmad Suharto bersama jajaran perangkat daerah terkait.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai indikator penilaian serta progres yang telah dicapai Bontang dalam program Kabupaten/Kota Pangan Aman. Pembahasan ini sekaligus diselaraskan dengan visi pembangunan daerah yang menempatkan kesehatan masyarakat sebagai prioritas.
Wakil Wali Kota Agus Haris menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah. Ia menyebut hal tersebut sebagai fondasi utama dalam menjaga kualitas kesehatan masyarakat.
“Keamanan pangan adalah fondasi kesehatan publik dan menjadi tanggung jawab bersama dari hulu hingga hilir,” ujarnya.
Ia menambahkan, audiensi bersama BPOM RI menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen lintas sektor. Pemerintah kota, menurutnya, terus mendorong percepatan melalui sinkronisasi data, penguatan regulasi, serta kolaborasi antarinstansi.
“Audiensi ini menjadi momentum memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan Bontang sebagai kota pangan aman yang berdaya saing,” kata Agus Haris.
Sementara itu, Direktur BPOM RI Taruna Ikrar menjelaskan bahwa Program Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA) merupakan instrumen penting dalam mengukur kinerja pengawasan pangan di daerah. Program tersebut juga menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Ia menekankan pentingnya penyajian data yang akurat dan berbasis bukti sebagai dasar penilaian. Hal ini dinilai krusial agar hasil evaluasi mencerminkan kondisi riil di lapangan.
“Data yang disampaikan harus realistis dan berbasis bukti agar penilaian berjalan objektif,” ucapnya.
Berdasarkan hasil pembinaan Balai Besar POM di Samarinda, capaian Kota Bontang dalam program tersebut menunjukkan peningkatan signifikan. Saat ini, nilai capaian telah berada di kisaran 73 persen.
Dengan capaian tersebut, Pemerintah Kota Bontang optimistis dapat menembus peringkat tiga besar dalam penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman. Sinergi seluruh perangkat daerah dinilai menjadi kunci untuk mencapai target tersebut.
Upaya ini sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan sistem pangan yang aman, sehat, dan berdaya saing bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....