Kaltim Catat IPM Tinggi, namun Partisipasi Sekolah Masih Rendah
- 02 Mei 2026 13:16 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Timur pada 2025 tercatat berada di atas rata-rata nasional. Secara regional Kalimantan, capaian ini juga menempatkan Kaltim sebagai salah satu provinsi dengan IPM tertinggi.
Sekretaris Daerah Pemprov Kaltim, Sri Wahyuni, menjelaskan capaian tersebut menunjukkan perkembangan positif dalam pembangunan sumber daya manusia. Namun, di balik angka itu masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang perlu mendapat perhatian.
“Yang menjadi perhatian kita adalah di tengah IPM yang tinggi ini, angka partisipasi sekolah khususnya usia 16 tahun atau setingkat SMA belum mencapai 100 persen,” ujar Sri Wahyuni pada Kamis 30 April 2026. Menurutnya, angka partisipasi sekolah pada kelompok usia tersebut masih berada di kisaran 84 persen.
Selain itu, partisipasi pendidikan pada kelompok usia 19 hingga 23 tahun juga masih relatif rendah. Kondisi ini menunjukkan akses terhadap pendidikan menengah dan pendidikan tinggi masih menjadi tantangan di Kalimantan Timur.
Di sisi lain, tingkat kemiskinan Kaltim pada 2025 tercatat sebesar 5,19 persen. Angka tersebut sedikit berada di atas rata-rata nasional, dengan jumlah penduduk miskin mendekati 200 ribu jiwa.
Kondisi serupa juga terlihat pada sektor ketenagakerjaan. Tingkat pengangguran terbuka di Kalimantan Timur tercatat sebesar 5,18 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan angka nasional yang berada pada level 4,8 persen.
Berbagai indikator tersebut menjadi bagian dari evaluasi dalam penyusunan RKPD Provinsi Kalimantan Timur 2027. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, penanggulangan kemiskinan, pengurangan pengangguran, dan pemerataan infrastruktur menjadi isu strategis pembangunan yang tengah dirumuskan pemerintah daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....