Peringatan May Day Damai, Walikota Rahmad Mas'ud Dialog dengan Buruh

  • 01 Mei 2026 14:39 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID,Balikpapan - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2026 di Balikpapan berlangsung kondusif. Berbeda dengan aksi massa di berbagai kota lain, puluhan buruh di Kota Beriman mendatangi Kantor Balai Kota bukan untuk berunjuk rasa, melainkan untuk bersilaturahmi dan berdialog langsung dengan Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud.

Dalam pertemuan tersebut, para buruh menyampaikan "petisi" yang merangkum harapan mereka demi peningkatan kesejahteraan. Menanggapi hal itu, Wali Kota Rahmad Mas'ud mengapresiasi langkah persuasif para buruh dan mengajak mereka untuk terus mengedepankan diskusi dalam menyampaikan aspirasi.

"Mudah-mudahan para buruh selalu berkoordinasi. Saya sebagai Wali Kota juga selalu menekankan kepada pengusaha dan investor agar menggunakan minimal 70 persen pekerja lokal. Hal ini penting agar dampak sosialnya dirasakan langsung oleh warga kita," ujar Rahmad.

Ia juga berharap warga Balikpapan memiliki pekerjaan tetap dengan penghasilan yang mencukupi secara ekonomi demi menjaga kondusivitas kota. Terkait dinamika pekerja di proyek Refinery Development Master Plan (RDMP), Rahmad mengingatkan adanya batasan waktu kontrak sesuai perencanaan proyek.

Namun, pemerintah berkomitmen untuk terus memperjuangkan nasib karyawan agar mendapatkan status kerja yang lebih stabil jika terdapat peluang pekerjaan baru.

Kota dengan Tingkat Kemiskinan Terendah di Indonesia

Aksi damai ini berlangsung di tengah prestasi membanggakan Kota Balikpapan. Per April 2026, Balikpapan mencatatkan persentase penduduk miskin sebesar 1,97 persen, menjadikannya kota dengan tingkat kemiskinan terendah di Indonesia, jauh di bawah rata-rata nasional.

Wali Kota Rahmad Mas'ud menargetkan angka kemiskinan tersebut dapat ditekan hingga mendekati nol persen melalui berbagai program strategis, antara lain:

• Jaminan Kesehatan: Pemberian BPJS Kesehatan gratis bagi warga yang membutuhkan.

• Pemberdayaan Ekonomi: Pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan pelatihan keterampilan mandiri.

• Pendidikan: Pengembangan Sekolah Rakyat sebagai instrumen pengentasan kemiskinan jangka panjang.

Keberhasilan ini didorong oleh pertumbuhan investasi yang masif serta kolaborasi aktif antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam menciptakan lapangan kerja lokal yang inklusif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....