Persiapan Menatap Porprov VIII, Atlet Wushu Paser Butuh Asupan Vitamin

  • 01 Mei 2026 13:21 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Paser - Pengurus Cabang Wushu Indonesia (Pengcab WI) Kabupaten Paser, sementara ini mengarahkan kepada pelatihnya untuk memberikan program pelatihan TC Mandiri untuk para atletnya.

Program mandiri ini dijalankan, sebab sebagai bagian dari salah satu persiapan kontingen Paser sebagai tuan rumah menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim ke-8 yang bakal mulai digulirkan pada 14 November 2026.

Hanya saja selama menjalani program latihan tersebut, dikatakan pelatih Wushu Paser, Nur Hadijah masih ada beberapa kendala yang dialami timnya.

Selain masalah atletnya yang sudah bekerja dan menempuh pendidikan di luar daerah, persoalan suplemen atau vitamin atlet juga menjadi kendala. Sebab, memasuki pelatihan yang intens perlu adanya asupan agar bisa menjaga kondisi atlet tetap bisa prima.

"Hampir sama sih ya sama semua cabor pasti vitamin atlet. Terus jadwal kalau yang kerja kendalanya sementara itu yang kerja gini kan banyak yang pulang jam 05.00 jadi masih belum bisa menyesuaikan waktu latihan yang kita mulai kadang 03.30 sudah mulai latihan. Jadi kadang masih ngulur waktu tunggu mereka pulang baru latihan," ujar Nur Hadijah.

Kemudian, ada juga kendala lain selama latihan mandiri ini yaitu peralatan latihan yang dirasa sudah tidak layak digunakan atau sudah usang.

Nur Hadijah menerangkan dua kelas seperti sanda (tarung) dan taolu (seni) memerlukan tempat latihan sendiri dan sesuai standar. Namun, saat ini masih satu tempat latihan yakni di area Stadion Sadurengas.

"Peralatan kita ada cuma kurang memadai. Ada sih bukan enggak ada sama sekali, ada cuma ya kurang standar lah. Seperti matras, terus kalau Sanda sendiri kan kita harusnya di Litai, itu seperti ring tinju cuma enggak ada ring-nya, cuma di atas. Nah, kalau yang Taolu, ya sama matrasnya juga harus ada matras tersendiri dia buat latihan. Itu yang kita belum punya," katanya menerangkan.

Lebih lanjut, selain persoalan tersebut, Nur Hadijah menyampaikan keinginannya bersama tim Wushu Paser, agar menatap Porprov nanti anak asuhnya ini bisa menjalani pemusatan latihan atau Training Camp (TC) ke luar daerah guna mengasah kemampuan, baik fisik dan tekniknya.

"Supaya persiapan kita lebih maksimal ya peralatan atlet, suplemen atlet. Ya kalau bisa ya kita bisa try out ke luar daerah lah nanti untuk persiapan sebelum Porprov. Karena ada beberapa atlet yang kita persiapkan, kami harapkan nanti mereka bisa try out ke luar daerah," ucap Nur Hadijah.

Keinginan ini bukan hanya sekedar ucapan, namun menurutnya jika TC keluar daerah seperti di Jawa Tengah, diyakininya para wushuyuan Bumi Daya Taka ini bisa menajamkan tekniknya melalui latih tanding atau mendapatkan sparing partner yang levelnya sudah tingkat internasional.

"Ya mungkin kita 2 atau 3 bulan di luar daerah ada beberapa atlet nanti yang sudah kita rencanakan untuk itu. Tergantung dari pembiayaan nanti bisa apa enggak itu aja. Maunya sih ke Jawa Tengah," ujarnya.

Dipilihnya Jawa Tengah untuk melaksanakan TC, Hadijah mengatakan karena daerah tersebut memiliki kualitas atlet yang terbaik dan mampu memberikan pengalaman kepada anak asuhnya itu.

"Karena yang terdekat dari Pulau Kalimantan. Terus di sana sebagian besar atletnya yang sampai ke level dunia," katanya Hadijah menambahkan.

Meski keinginan TC keluar daerah ini diyakininya bisa meningkatkan kualitas atletnya, namun Nur Hadijah mengatakan bahwa semua persiapan ini kembali kepada Pemkab Paser dalam hal ini Disporapar Paser yang memberikan anggaran kepada cabor.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....