Kutai Timur Rencanakan Penangkaran Buaya untuk Wisata dan Konservasi

  • 30 Apr 2026 11:51 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Kutai Timur - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) berencana mengembangkan penangkaran buaya sebagai upaya pelestarian satwa sekaligus membuka potensi destinasi wisata baru. Program ini juga menjadi solusi atas kemunculan buaya muara yang kerap masuk ke wilayah permukiman.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Kutai Timur, Khairunisanur, mengatakan wilayah Kutai Timur yang memiliki kawasan pesisir dan muara menjadi habitat alami buaya.

“Memang saat banjir melanda Kutim, kita membuat folder-folder yang menyambung ke dalam kota. Nah, ternyata itu jadi salah satu akses juga bagi binatang liar untuk masuk. Jadi banyak yang masuk ke lokasi wisata,” ujar wanita biasa disapa Nisa itu, dikutip pada Kamis, 30 April 2026.

Menurutnya, pengawasan terhadap satwa di perairan lebih sulit dibandingkan di darat karena pergerakannya tidak mudah terdeteksi. Beberapa buaya yang diamankan bahkan memiliki ukuran cukup besar, mencapai panjang 3 hingga 4 meter, sehingga berpotensi membahayakan masyarakat.

Karenanya untuk menjaga kemanan warga serta si binantang predator, lanjut Nisa, Pemkab Kutim mengevakuasi buaya tersebut ke penangkaran di Balikpapan. Namun, upaya itu dinilai belum efektif lantaran banyak buaya yang tidak bertahan hidup.

“Pernah kita kirim ke Balikpapan, tapi banyak yang mati, mungkin karena tidak cocok dengan habitatnya,” kata dia.

Melihat kondisi tersebut, pemerintah daerah melalui 50 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati memasukkan rencana pembangunan penangkaran buaya di Kutai Timur. Penangkaran ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat konservasi, tetapi juga akan dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis edukasi.

Konsep yang diusung adalah hidup berdampingan dengan alam, tanpa harus memindahkan satwa dari habitat aslinya, sekaligus tetap memberikan nilai ekonomi bagi daerah.

“Tidak mungkin kita menghilangkan mereka, tapi bagaimana kita berkolaborasi dengan alam sehingga tetap bisa memberi pemasukan untuk daerah,” ucap Nisa, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....