MUI Kaltim Perkuat Peran Ganas Annar Tangkal Ancaman Narkoba

  • 29 Apr 2026 16:47 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Upaya pencegahan dan penanganan peredaran narkoba di Kalimantan Timur terus diperkuat melalui pembekalan pengurus Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Annar) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim. Kegiatan berlangsung di Kantor Majelis Ulama Indonesia Kaltim, Jalan Harmonika, Samarinda, Senin 27 April 2026.

Pembekalan ini menjadi bagian dari rapat koordinasi program kerja 2026 sekaligus penguatan kapasitas pengurus Ganas Annar masa khidmat 2025–2030. Sejumlah narasumber dihadirkan, di antaranya perwakilan Balai Rehabilitasi Tanah Merah Samarinda dan unsur MUI Kaltim.

Dalam kegiatan tersebut, perhatian serius disampaikan terkait kondisi peredaran narkoba di Kota Samarinda yang dinilai kian mengkhawatirkan. Peredaran narkoba tidak hanya menyasar kalangan dewasa, tetapi juga telah menjangkau anak-anak dan remaja.

Kepala Balai Rehabilitasi Tanah Merah Samarinda, Bambang Setiawan, menegaskan kondisi tersebut membutuhkan perhatian lintas sektor. Ia menekankan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam menangani persoalan narkoba.

“Harapannya kita semua dapat bersinergi dan berkolaborasi, terutama dengan MUI. Masalah narkoba bukan hanya dialami orang dewasa, tetapi juga telah menyasar anak-anak,” ujarnya.

Menurut Bambang, tren penyalahgunaan narkoba menunjukkan peningkatan signifikan, khususnya pada kelompok usia remaja. Hal ini tercermin dari tingginya angka prevalensi penggunaan narkoba pada usia 15 hingga 18 tahun.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan ketahanan keluarga sebagai benteng utama pencegahan. Keluarga dinilai memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi generasi muda.

Selain itu, kolaborasi antara Balai Rehabilitasi Tanah Merah dengan Ganas Annar MUI Kaltim diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di daerah.

Kegiatan pembekalan berlangsung lancar dan diharapkan menjadi bekal awal bagi kepengurusan baru dalam menjalankan program kerja. Melalui langkah ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara lembaga keagamaan, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi ancaman narkoba di Kalimantan Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....