Rutan Over Kapasitas, Ketua Komisi I DPD RI Sarankan Bentuk Pesantren Lapas
- 28 Apr 2026 16:33 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Paser - Ketua Komisi I DPD RI, Andi Sofyan Hasdam, melakukan kunjungan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanah Grogot, pada Selasa 28 April 2026, Tanah Grogot, Kabupaten Paser.
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan implementasi UU Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Kunjungan ini bertujuan memperkuat pengawasan, sinergi antarlembaga dan memastikan layanan pemasyarakatan ini berjalan sesuai asas pengayoman.
Usai melihat dan mengelilingi Rutan Tanah Grogot, Andi Sofyan menyampaikan apresiasinya terhadap fasilitas yang ada. Namun dirinya menyoroti terkait kapasitas yang berlebihan di Rutan.
"Jadi saya ini Ketua Komite 1 yang menangani bidang hukum dan pemerintahan. Nah, dalam masa sidang ini kami akan melakukan pengawasan dalam bidang pemasyarakatan dan imigrasi. Sudah ada beberapa lembaga pemasyarakatan yang saya kunjungi, ternyata masalahnya hampir sama. Pertama, over kapasitas," ujar Ketua Komisi I DPD RI, Andi Sofyan.
Hal itu dikatakannya, sebab saat ini Rutan Tanah Grogot dihuni sebanyak 910 warga binaan, sementara idealnya hanya mampu menampung 160 orang.
"Di sini tadi 600 persen lebih kalau enggak salah tadi. Jadi saya sudah mengatakan pembina dari langit pun dikirim di sini untuk membina dengan satu banding 130 orang itu pasti tidak mampu melakukan pembinaan yang baik," ucapnya.

Lebih lanjut, untuk bisa menyelesaikan persoalan over kapasitas yang dialami oleh rutan maupun lapas yang ada ini, dibuatkan Pesantren Lapas khusus bagi yang berkasus terkait narkotika.
"Oleh karena itu masalahnya adalah bagaimana menambah kapasitas. Jadi kemarin saran kita adalah supaya semua kabupaten/kota ada Lapas. Kedua, tahanan narkoba yang hukumannya tidak terlalu berat cukup didik, di Pesantren Lapas namanya," ujar Andi.
Menurutnya jika narapidana narkotika digabungkan dengan narapidana kejahatan lain maka akan terpengaruh di dalam rutan. Sehingga jika bebas kemudian hari, bisa melakukan kasus yang serupa.
"Itu konsep yang kemarin kami diskusikan dengan Pak Mahfud MD. Bagaimana ada Pesantren Lapas, tidak usah dimasukkan di sini. Karena kalau dimasukkan di sini yang tadinya kelas dobel L keluar kelas narkotik. Ya, itu yang bahaya," katanya.
Sementara itu, Kepala Rutan Tanah Grogot, Aris Triyanto, mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Ketua Komisi I yang telah hadir di Rutan.
Ia membenarkan, saat ini di Rutan Tanah Grogot sudah sangat over kapasitas, sebab selain napi narkotika yang mendominasi, juga napi dari PPU yang dimasukkan di Paser.
"Tentunya sangat apresiasi sekali dengan kehadiran Bapak dari DPD RI, Bapak Andi Sofyan yang telah berkenan untuk meninjau lokasi Rutan Tanah Grogot. Yang mana di dalam kondisinya over kapasitas, tentunya ini sangat menjadi perhatian bagi kami," ucap Karutan, Aris.

Melalui pertemuan tersebut, Ia berharap masalah ini bisa segera teratasi dan mendorong seluruh kabupaten/kota memiliki lapas atau rutan, agar layanan pemasyarakatan bisa lebih humanis.
"Mudah-mudahan dengan adanya kedatangan dari pimpinan anggota DPD, tentunya bisa memberikan dan pencerahan bagi kami dan bisa memberikan dukungan atau support ke depannya," ujarnya berharap.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....