DP2PA Samarinda Soroti Ancaman Kekerasan Perempuan dan Anak di Era Digital
- 27 Apr 2026 15:20 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Tingginya angka kejadian, ditambah rendahnya pelaporan, menunjukkan masalah ini masih seperti fenomena gunung es di masyarakat.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Samarinda, Veronika Hinupang, mengungkapkan data nasional menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Ia menyebutkan perempuan masih menjadi kelompok yang rentan terhadap berbagai bentuk kekerasan.
“Dari data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, 30 persen perempuan mengalami kekerasan fisik atau seksual sepanjang hidupnya,” ujar Veronika, Jumat 24 April 2026.
Namun demikian, sebagian besar korban memilih untuk tidak melapor. Hal ini dipengaruhi oleh stigma sosial, rasa takut, serta minimnya pemahaman terkait akses perlindungan yang tersedia.
“Sebanyak 60 persen korban tidak berani melapor karena berbagai alasan, termasuk stigma dan ketidaktahuan prosedur,” ucapnya.
Selain perempuan, anak-anak juga menghadapi ancaman yang tidak kalah serius. Perkembangan teknologi dan penggunaan gadget yang tidak terkontrol menjadi salah satu faktor meningkatnya risiko kekerasan.
“Satu dari tiga anak rentan mengalami kekerasan atau eksploitasi, apalagi sekarang ada gadget yang kurang diawasi,” ujarnya.
Veronika menyoroti kebiasaan orang tua yang memberikan gadget tanpa pengawasan. Kondisi ini membuka peluang terjadinya kejahatan digital, termasuk grooming oleh predator yang memanfaatkan media sosial.
“Predator itu tidak terlihat, tapi diam-diam mengikuti aktivitas anak hingga menemukan waktu yang tepat,” katanya.
Selain itu, kasus perundungan dan penipuan digital juga semakin marak. Fenomena ini menunjukkan ancaman terhadap anak kini tidak hanya terjadi di dunia nyata, tetapi juga di ruang digital. Veronika menegaskan perlindungan perempuan dan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Peran keluarga dan lingkungan menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya kekerasan. (zul)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....