Nutuk Beham Kukar Didorong Jadi Wisata Budaya Dunia

  • 25 Apr 2026 09:21 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Tenggarong - Bupati Kutai Kartanegara, dr. Aulia Rahman Basri, menghadiri Puncak Festival Budaya Kutai Adat Lawas “Nutuk Beham” di Desa Kedang Ipil, Kamis, 23 April 2026. Ritual menumbuk padi muda ini menjadi simbol syukur sekaligus wujud pelestarian identitas budaya masyarakat setempat.

Dalam prosesi adat tersebut, Bupati Aulia turut ambil bagian bersama kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan tokoh adat. Ia mengikuti rangkaian kegiatan seperti menyangrai pulut atau ketan serta menampi beras, yang sarat makna kebersamaan dan penghormatan terhadap tradisi leluhur.

Dalam arahannya, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara untuk mendukung keberlanjutan kegiatan adat. Dukungan tersebut direncanakan melalui penguatan anggaran di tingkat kecamatan, agar festival budaya dapat berkembang menjadi daya tarik wisata yang lebih luas.

"Adat istiadat adalah jati diri kita. Saya ingin anak-anak sekolah mengenal budaya ini sejak dini agar tidak hilang tergerus zaman. Meskipun kita melakukan efisiensi anggaran, dukungan untuk seni pertunjukan adat tetap menjadi prioritas karena ini adalah kekayaan yang tidak dimiliki daerah lain," ucapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan adat seperti Nutuk Beham berpotensi diintegrasikan ke dalam agenda besar daerah, termasuk Festival Erau. Langkah ini dinilai dapat memperkuat posisi Kutai Kartanegara sebagai destinasi wisata budaya yang berdaya saing, bahkan hingga tingkat internasional.

Selain aspek budaya, Bupati Aulia menyoroti keterkaitan erat antara adat dan kelestarian lingkungan. Ia mengajak masyarakat untuk menjaga kawasan hutan di Kedang Ipil sebagai bagian dari upaya mempertahankan keseimbangan ekosistem.

Menurutnya, hutan memiliki peran penting sebagai penyedia oksigen dan cadangan karbon dunia. Oleh karena itu, pelestarian hutan harus menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah tetapi juga masyarakat dan pihak swasta.

Pemerintah Kabupaten Kukar, lanjutnya, membuka ruang kolaborasi yang luas bagi berbagai pihak, termasuk komunitas lingkungan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya perlindungan hutan sekaligus menghormati hak-hak masyarakat adat.

Melalui penguatan nilai budaya dan kepedulian terhadap lingkungan, Pemkab Kukar berupaya memastikan pembangunan daerah tetap berjalan seimbang. Tradisi leluhur tidak hanya dijaga, tetapi juga menjadi fondasi dalam menghadapi tantangan masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....