Bank Sampah Balikpapan Jadi Ujung Tombak Pengurangan Limbah ke TPA
- 22 Apr 2026 18:41 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Balikpapan - Keberadaan Bank Sampah di tingkat Rukun Tetangga (RT) dan kelurahan kini menjadi pilar utama dalam strategi pengurangan sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Manggar. Dengan jumlah mencapai 210 unit yang didukung oleh 6 Bank Sampah Induk di setiap kecamatan, peran lembaga berbasis masyarakat ini terbukti sangat krusial dalam mengedukasi warga secara langsung.
Kepala Bagian Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Dodi Yulianto, mengungkapkan efektivitas Bank Sampah terletak pada struktur keanggotaannya yang mampu menyentuh lapisan masyarakat terkecil. "Melalui edukasi dari tetangga ke tetangga, warga mulai tergerak untuk memilah sampah sejak dari sumbernya," ucapnya kepada RRI pada Rabu, 22 April 2026.
Menariknya, Bank Sampah di Balikpapan tidak hanya sekadar tempat pengumpulan limbah. Berbagai inovasi kreatif dihadirkan untuk menarik minat masyarakat. "Warga kini dapat menukarkan sampah terpilah dengan beragam manfaat bernilai ekonomi, seperti tabungan emas, sembako, hingga mata uang kripto," ucap Dodi.
Selain itu, terdapat kolaborasi dengan Pegadaian untuk layanan simpan pinjam, serta pemanfaatan hasil sampah untuk beasiswa pendidikan dan pembayaran pajak.
Meski menunjukkan tren positif, operasional Bank Sampah di Balikpapan masih menghadapi tantangan besar terkait nilai ekonomi sampah. Saat ini, harga sampah terpilah di Balikpapan belum se-kompetitif di Pulau Jawa.
Hal ini disebabkan belum adanya industri pengolahan sampah berskala besar di Kalimantan Timur. Selama ini, sampah yang telah dipilah hanya melalui proses pengolahan awal sebelum dikirim ke industri manufaktur di Surabaya. Jarak yang jauh memicu biaya transportasi tinggi, yang secara otomatis memangkas nilai jual sampah di tingkat lokal.
Ke depan, pemerintah kota terus berupaya mencari solusi bersama guna menekan biaya logistik tersebut. Penguatan peran Bank Sampah akan difokuskan pada peningkatan volume sampah berkualitas agar memiliki nilai tawar yang lebih tinggi, sembari mendorong hadirnya hilirisasi industri pengolahan sampah di wilayah Kalimantan Timur guna mewujudkan tata kelola sampah yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....