Pemancing Ditemukan Meninggal Dunia di Embung TSM Paser

  • 21 Apr 2026 05:35 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Seorang pemancing dilaporkan tenggelam di Embung TSM, Desa Suatang, Kecamatan Paser Belengkong, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, pada Senin sore, 20 April 2026.

Korban diketahui bernama Muhamamd Dwi Yulianto (27), warga RT 07 Desa Suatang. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian oleh tim gabungan pada malam hari.

Peristiwa bermula saat korban pergi memancing seorang diri ke embung sekitar pukul 16.30 Wita. Namun, hingga sore hari, korban tidak kunjung kembali ke rumah. Orang tua korban yang hendak menggunakan sepeda motor milik anaknya menyadari korban belum pulang. Ia kemudian menyusul ke lokasi embung untuk mencari keberadaan korban.

Setibanya di lokasi, ayah korban hanya menemukan sandal dan topi milik korban di tepi embung. Ia sempat melakukan pencarian dan memanggil korban, tetapi tidak mendapatkan respons.

Karena khawatir, keluarga korban kemudian meminta bantuan warga sekitar. Warga bersama-sama melakukan pencarian awal sebelum melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, mengatakan tim gabungan segera bergerak ke lokasi setelah menerima laporan. “Tim gabungan segera menuju lokasi untuk melakukan pencarian dan asesmen terhadap kejadian tersebut,” kata Muriono.

Pencarian dilakukan dengan berbagai metode, termasuk teknik “blender” menggunakan perahu fiber, serta pencarian manual dengan alat sengget dan duri rotan. Upaya tersebut dilakukan karena korban diduga tertahan di dasar embung.

Setelah pencarian intensif, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 21.00 Wita dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans PMI Kabupaten Paser menuju rumah duka.

Muriono menambahkan, operasi pencarian melibatkan berbagai unsur. “Operasi pencarian melibatkan BPBD Kabupaten Paser, Polsek Paser Belengkong, Koramil, Satpol PP, Damkar, PMI, relawan, serta masyarakat setempat,” ujarnya.

Kondisi cuaca saat kejadian dilaporkan cerah dengan suhu berkisar 23–25 derajat Celsius dan kecepatan angin rendah, sehingga tidak menjadi kendala dalam proses pencarian.

Setelah proses evakuasi selesai, tim gabungan melakukan briefing sebelum kembali ke pos masing-masing. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada saat beraktivitas di sekitar perairan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....