Bulog Samarinda Pastikan Stok Beras Aman untuk Stabilisasi Harga
- 20 Apr 2026 10:31 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Perum Bulog memastikan ketersediaan stok beras di wilayah Samarinda dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi keperluan masyarakat. Hal ini disampaikan dalam rapat teknis pengendalian inflasi yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan instansi terkait. Ketersediaan stok tersebut menjadi salah satu instrumen utama dalam menjaga stabilitas harga di tengah potensi tekanan inflasi.
Asisten Manajer SCPP Bulog Samarinda, Ahmad Syaulani, mengatakan pihaknya siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam upaya pengendalian inflasi. Kolaborasi ini dilakukan melalui berbagai program intervensi pasar yang bertujuan menekan gejolak harga, khususnya untuk komoditas beras.
“Untuk stok beras kami insyaallah mencukupi untuk kegiatan stabilisasi menggunakan beras SPHP,” ujarnya.
Ahmad menjelaskan, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) akan terus diperkuat melalui berbagai saluran distribusi. Penyaluran dilakukan tidak hanya melalui operasi pasar, tetapi juga melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan jaringan dinas terkait di tingkat daerah.
Menurut Ahmad, efektivitas pelaksanaan program sangat bergantung pada sinergi antarinstansi. Peran aktif pemerintah daerah dinilai sangat penting dalam memastikan distribusi beras SPHP dapat menjangkau masyarakat secara luas.
“Perlu dukungan agar di setiap pasar ada pengecer SPHP sebagai barometer harga,” ucapnya pada Senin 20 April 2026.
Selain memperluas jaringan distribusi, Bulog juga mendorong pembentukan kios pangan di tingkat kabupaten dan kota. Kios pangan ini diharapkan dapat menjadi titik distribusi yang stabil sekaligus menjadi referensi harga bagi masyarakat.
Upaya kolaboratif antara Bulog dan pemerintah daerah ini menjadi bagian penting dalam pengendalian inflasi. Dengan distribusi yang merata dan pasokan yang terjaga, stabilitas harga beras di Samarinda diharapkan tetap terkendali di tengah dinamika ekonomi yang terjadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....