Harga Pangan Naik, Pemkot Samarinda Perkuat Intervensi dan Distribusi
- 20 Apr 2026 10:23 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pemerintah Kota Samarinda mulai mengintensifkan langkah pengendalian inflasi menyusul hasil pemantauan Early Warning System (EWS) minggu kedua April 2026. Dengan fokus pada penguatan intervensi pasar dan perbaikan distribusi pangan. Salah satu langkah utama yang disiapkan adalah pelaksanaan operasi pasar pada komoditas strategis.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Samarinda, Nadya Turisna, mengatakan pemantauan inflasi dilakukan secara rutin setiap pekan. Koordinasi lintas perangkat daerah juga terus diperkuat melalui rapat virtual yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota.
Menurut Nadya, meski terdapat indikasi perlambatan ekonomi, sejumlah komoditas tetap menunjukkan tren kenaikan harga. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk segera melakukan intervensi jangka pendek guna menjaga stabilitas harga.
“Untuk jangka pendek, operasi pasar akan kami lakukan secara intens, terutama untuk komoditas yang diproyeksikan naik,” ucap Nadya.
Selain intervensi pasar, pemerintah juga mencermati persoalan distribusi yang menjadi salah satu faktor utama kenaikan harga pangan. Nadya menyebutkan stok beras di Samarinda sebenarnya dalam kondisi aman, baik untuk beras medium maupun premium.
“Stok beras di Samarinda aman, tapi kenaikan ini kemungkinan besar karena biaya pengiriman,” katanya pada Senin 20 April 2026.
Nadya mengungkapkan, biaya distribusi mengalami kenaikan cukup signifikan dari sebelumnya Rp8.000 menjadi Rp12.000 per 25 kilogram. Kenaikan biaya logistik ini berdampak langsung pada harga jual beras di tingkat konsumen.
Selain beras, komoditas ikan layang juga mengalami kenaikan harga. Hal ini dipicu oleh perubahan jalur distribusi, di mana pasokan kini lebih banyak masuk melalui jalur darat dari Bontang.
Menurut Nadya, nelayan saat ini tidak lagi menurunkan hasil tangkapannya di Samarinda seperti sebelumnya. Kondisi tersebut membuat harga ikan mengalami penyesuaian akibat tambahan biaya distribusi.
“Kenaikan ikan layang ini karena jalur darat dari Bontang, bukan langsung dari nelayan Samarinda,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....