Bupati Paser Sampaikan untuk Menghilangkan Ego Sektoral dalam Rakorda se-Kaltim

  • 16 Apr 2026 20:30 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Paser - Dalam agenda kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) se-Kalimantan Timur (Kaltim) yang digelar di Pendopo Lou Bepekat, Bupati Paser Fahmi Fadli, mencatat seluruh jajaran pemadam kebakaran (Damkar), Satpol PP, Satlinmas, dan BPBD se-Kaltim untuk memperkuat sinergitas dan menghilangkan ego sektoral.

Langkah tersebut perlu diambil untuk menanggapi tren bencana di Kaltim yang tengah mengalami peningkatan secara signifikan.

Berdasarkan data BPBD Kaltim sepanjang tahun 2025, tercatat 845 kejadian bencana yang didominasi banjir (267 kasus) dan kebakaran organisasi (249 kasus), dengan total kerugian ekonomi mencapai Rp40,79 miliar .

"Saya minta seluruh jajaran untuk memperkuat kekompakan. Hilangkan ego sektoral. Kita bekerja bukan hanya mengejar target administratif Standar Pelayanan Minimal (SPM), tapi sebagai bentuk pengabdian tulus untuk negeri," ujar Fahmi Fadli.

Di hadapan peserta Rakorda, Bupati Fahmi menekankan pentingnya adaptasi teknologi dalam penanggulangan bencana.

Untuk itu, dirinya mendorong penggunaan sistem deteksi dini digital, pemantau drone, serta integrasi data agar penanganan di lapangan lebih presisi, cepat, dan aman.

Kendati demikian, orang nomor satu di Paser itu menggarisbawahi bahwa teknologi harus dibarengi dengan pemberdayaan masyarakat.

"Kuncinya adalah edukasi. Warga harus mampu melakukan tindakan awal secara mandiri saat bencana terjadi," ucapnya.

Urgensi penguatan koordinasi ini kian terasa mengingat data awal tahun 2026 menunjukkan tren yang masih tinggi.

Di mana, untuk di Kabupaten Paser saja, per 14 April 2026, telah tercatat 21 kejadian bencana alam dan sosial. Angka ini mencakup hampir separuh dari total kejadian sepanjang tahun 2025 yang berjumlah 44 kasus.

Fahmi pun menyampaikan rasa apresiasi kepada para personel yang disebutnya sebagai "pejuang kemanusiaan".

Momentum ini sekaligus memperingati HUT Damkar ke-107, HUT Satpol PP ke-76, dan Satlinmas ke-64, dengan fokus utama pada ketangguhan ketertiban umum dan perlindungan masyarakat demi pembangunan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....