Sinergi Pemkot Samarinda dan PMII Kaltim Dorong Aksi Lingkungan Nyata

  • 14 Apr 2026 20:19 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Wakil Wali Kota Samarinda H. Saefuddin Zuhri menerima kunjungan silaturahmi jajaran Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Timur, Selasa 14 April 2026 di Samarinda. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Lantai 3 Balai Kota Samarinda.

Pertemuan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Samarinda dengan elemen mahasiswa dalam mendukung pembangunan, khususnya pada sektor lingkungan hidup. Kolaborasi lintas pihak dinilai penting untuk menghadirkan solusi berkelanjutan bagi persoalan kota.

Ketua PMII Kalimantan Timur, Said Abdillah, menyampaikan kunjungan tersebut bertujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus memaparkan rencana kegiatan Hari Lahir (Harlah) PMII ke-66 yang diperingati pada April 2026.

Ia menjelaskan, peringatan Harlah ke-66 mengusung tema “66 Tahun PMII Aksi Nyata untuk Indonesia” dengan fokus pada kegiatan lingkungan, salah satunya penanaman pohon yang direncanakan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup. Kegiatan ini dikemas dalam konsep “Tobat Ekologis”.

“Kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui rangkaian kegiatan Harlah ke-66 ini. Fokus kami adalah aksi lingkungan yang sejalan dengan upaya menjaga kelestarian kota,” ujar Said Abdillah.

Selain penanaman pohon, rangkaian kegiatan juga mencakup rapat koordinasi daerah, ziarah, serta pelatihan instruktur bagi kader PMII. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas organisasi sekaligus memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Samarinda H. Saefuddin Zuhri menyampaikan apresiasi dan membuka ruang kerja sama dengan PMII, khususnya dalam penanganan persoalan lingkungan dan sampah di Kota Samarinda.

“Apa yang telah disampaikan diharapkan dapat bekerja sama dengan baik dengan pemerintah kota dalam mengimplementasikan program-program yang bermanfaat bagi publik. Termasuk bagaimana kita bersama-sama mengatasi persoalan sampah di kota ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengelolaan sampah memiliki nilai ekonomis apabila dilakukan secara optimal, sehingga dapat menjadi peluang dalam kegiatan berbasis kerelawanan maupun pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Syaparudin menilai PMII memiliki landasan nilai yang kuat, termasuk dalam menjaga hubungan dengan lingkungan atau hablum minal alam. Ia mendorong agar gerakan yang diinisiasi tidak bersifat seremonial, melainkan berkelanjutan.

“Silakan disusun rencana atau proposal kegiatan yang serius. Pemerintah tentu akan memberikan dukungan, apalagi PMII merupakan kader intelektual yang memiliki gagasan dan rumusan yang berdampak bagi pembangunan,” kata Syaparudin.

Anggota TWAP Amir Husain menambahkan, produksi sampah di Kota Samarinda saat ini berkisar antara 400 hingga 600 ton per hari. Kondisi tersebut memerlukan optimalisasi pengelolaan serta penguatan edukasi kepada masyarakat.

Menutup pertemuan, Wakil Wali Kota kembali menegaskan pentingnya implementasi nyata dari berbagai rencana yang telah dipaparkan. Ia berharap kolaborasi yang terjalin dapat segera diwujudkan dalam aksi konkret di lapangan.

“Semua hal penting sudah dipaparkan. Sekarang bagaimana kita melaksanakan di lapangan,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....