Cetak Sawah Rakyat, Kaltim Tingkatkan Produksi Padi Dukung IKN
- 11 Apr 2026 09:59 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Pemerintah terus mempercepat upaya swasembada pangan nasional melalui Gerakan Tanam Serempak di lahan cetak sawah rakyat yang digelar di berbagai daerah.
Program ini menjadi bagian dari strategi besar Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam meningkatkan produksi padi, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di kawasan strategis nasional, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kalimantan Timur, Fahmi Himawan, dalam keterangannya mengatakan program tanam serentak menyasar total 10.000 hektare lahan di seluruh Indonesia. Untuk Kalimantan Timur, terdapat empat kabupaten yang menjadi lokasi pelaksanaan, yakni Paser, Berau, Kutai Timur, dan Mahakam Ulu.
“Di Paser program cetak sawah ini di lahan seluas 201 hektare, di Berau 425 hektare, di Kutai Timur 300 hektare, dan di Mahulu 60 hektare,” ujarnya.
Pelaksanaan tanam serentak di Kalimantan Timur dipusatkan di Desa Sebakung, Kabupaten Paser, Kamis (9 April 2026), dengan luas lahan mencapai 201 hektare. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, penyuluh pertanian, hingga kelompok tani sebagai ujung tombak produksi pangan.
Fahmi menjelaskan, program cetak sawah rakyat menjadi salah satu solusi dalam mengoptimalkan potensi lahan yang belum tergarap. Saat ini, Kalimantan Timur memiliki sekitar 46.000 hektare lahan baku sawah, namun belum seluruhnya dimanfaatkan secara maksimal.
“Program ini menjadi langkah konkret untuk membuka lahan baru sekaligus meningkatkan produksi padi di daerah,” ucapnya.
Ia mengakui, Kalimantan Timur hingga kini masih belum sepenuhnya swasembada pangan. Namun demikian, beberapa daerah seperti Kabupaten Paser telah menunjukkan capaian positif dengan produksi padi yang surplus.
“Namun bukan berarti kita tidak melakukan tanam padi di Paser. Kita terus berupaya mewujudkan swasembada pangan untuk kebutuhan di Kaltim dan IKN,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fahmi menekankan bahwa keberadaan IKN turut menjadi faktor penting dalam perencanaan ketahanan pangan daerah. Kebutuhan pangan yang meningkat di kawasan tersebut menuntut kesiapan daerah penyangga, termasuk Kalimantan Timur, dalam menjaga ketersediaan beras.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten menjadi kunci keberhasilan program ini. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan mampu mempercepat realisasi swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Dengan kolaborasi yang kuat, kita optimistis target swasembada pangan dapat tercapai secara bertahap,” katanya.
Program Gerakan Tanam Serempak ini juga menjadi momentum penguatan sektor pertanian daerah, tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga dalam hal pemanfaatan teknologi, pendampingan petani, dan keberlanjutan usaha tani di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....