Kebakaran Tiga Rumah di Sambaliung, 17 Jiwa Terdampak

  • 11 Apr 2026 07:05 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kebakaran melanda kawasan permukiman warga di Jalan Raja Alam 1, RT 02, Kelurahan Sambaliung, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, Jumat 10 April 2026 pagi. Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga unit rumah hunian mengalami kerusakan berat.

Berdasarkan laporan yang di bagikan petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kaltim, Muriono, Kejadian kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 09.00 Wita. Informasi awal diterima oleh petugas dari laporan masyarakat yang menghubungi melalui sambungan telepon.

Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau segera merespons laporan tersebut dengan mengerahkan personel dan peralatan menuju lokasi kejadian untuk melakukan upaya pemadaman.

Dalam kejadian ini, tercatat sebanyak 4 kepala keluarga dengan total 17 jiwa terdampak akibat kebakaran tersebut. Beberapa warga yang terdampak di antaranya Lilis Suryani, Rosi Putri Wulandari, dan Dapit Pamuji.

Dalam laporannya menjelaskan bahwa api berhasil dipadamkan setelah petugas gabungan bekerja cepat di lokasi kejadian. “Petugas langsung bergerak setelah menerima laporan warga untuk melakukan pemadaman dan penanganan di lokasi,” ujarnya.

Upaya penanggulangan dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Berau dengan mengerahkan unit water supply serta armada pemadam kebakaran.

Selain BPBD, sejumlah unsur turut terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut, di antaranya Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, TNI, Polri, Satpol PP, PMI, PLN, Tagana Dinas Sosial, pihak Indihome, Puskesmas Sambaliung, serta warga setempat.

Beruntung, dalam peristiwa ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Namun, kerugian material cukup besar karena seluruh bangunan yang terbakar mengalami kerusakan berat.

Muriono menambahkan bahwa selama periode pemantauan pada hari yang sama, tidak terdapat laporan kejadian bencana alam lainnya di wilayah tersebut. “Untuk kejadian bencana alam, nihil, begitu juga dengan hotspot dan kejadian lainnya,” katanya.

BPBD juga terus melakukan pemantauan di 13 kecamatan melalui berbagai saluran komunikasi seperti radio HT, grup WhatsApp, media sosial, serta informasi dari BMKG, BNPB, dan situs terkait guna mengantisipasi potensi bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....