Bappeda: Angka Pengangguran Kaltim Masih di Atas Nasional
- 09 Apr 2026 14:55 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kalimantan Timur saat ini berada dalam fase bonus demografi dengan dominasi usia produktif. Kondisi ini menjadi peluang besar bagi pembangunan daerah. Namun, tanpa kesiapan lapangan kerja, peluang tersebut dapat berubah menjadi tantangan.
Kepala Bidang P2EPD Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim, Alfino Rinaldi Arief, menyebut rasio ketergantungan penduduk terus menurun. Hal ini menunjukkan jumlah penduduk usia produktif semakin meningkat. “Artinya produktivitas penduduk di Kalimantan Timur semakin tinggi,” katanya dalam Rapat Koordinasi Daerah BKKBN Kaltim di Kantor Gubernur Kaltim, Rabu 8 April 2026.
Meski demikian, ia mengingatkan adanya ketidakseimbangan antara supply dan demand tenaga kerja. Banyak lulusan pendidikan belum terserap sesuai kompetensi. Kondisi ini menjadi perhatian dalam perencanaan kependudukan.
Data menunjukkan tingkat pengangguran terbuka di Kaltim masih di atas rata-rata nasional. Pada 2025, angka pengangguran mencapai 5,18 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan nasional yang berada di kisaran 4,85 persen.
Alfino menilai kondisi ini menjadi indikasi belum optimalnya penciptaan lapangan kerja. Investasi dan pengembangan sektor usaha perlu diperkuat. Hal ini penting untuk menyerap tenaga kerja produktif.
Menurut Alfino, puncak bonus demografi diperkirakan terjadi pada 2030. Jika tidak diantisipasi sejak sekarang, pengangguran berpotensi meningkat. Kondisi tersebut dapat menghambat pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui Rakorda ini, pemerintah daerah menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan ketenagakerjaan. Perencanaan kependudukan harus selaras dengan strategi ekonomi. Dengan demikian, bonus demografi dapat dimanfaatkan secara optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....