Perkuat Sinergi Pembangunan Keluarga, Kemendukbangga/BKKBN Kaltim Gelar Rakorda
- 08 Apr 2026 09:43 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026, pada Rabu 8 April 2026, di Ruang Serbaguna Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kalimantan Timur.
Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Sekretaris BKKBN yang bergabung melalui zoom meeting, kemudian unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Timur, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta mitra kerja pembangunan keluarga hadir secara langsung. Rakorda diikuti sekitar 100 peserta secara luring dan juga diikuti peserta secara daring melalui siaran langsung kanal YouTube Kemendukbangga/BKKBN Kalimantan Timur.
Rakorda Tahun 2026 mengusung tema “Transformasi Kemendukbangga Mendukung Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.” Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana.
Dalam sambutan Gubernur Kalimantan Timur yang diwakili oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Kalimantan Timur, Anik Nurul Aini, S.Kom disampaikan keluarga merupakan fondasi utama pembangunan bangsa. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari keluarga yang sehat, cerdas, dan berdaya.
Anik menegaskan Kalimantan Timur masih menghadapi sejumlah tantangan pembangunan manusia, seperti kesenjangan pendidikan, prevalensi stunting, serta kebutuhan peningkatan keterampilan tenaga kerja. Oleh karena itu, pembangunan keluarga menjadi kunci dalam menyiapkan generasi unggul menghadapi bonus demografi pada periode 2030–2040.
“Bonus demografi tidak otomatis menjadi berkah. Tanpa peningkatan kualitas sumber daya manusia, bonus tersebut justru dapat menjadi beban. Karena itu, sinergi seluruh pihak sangat diperlukan untuk menyiapkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama Kemendukbangga/BKKBN terus mendorong berbagai gerakan strategis dalam pembangunan keluarga, antara lain Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya (SIDAYA), serta pengembangan Super Apps Keluarga sebagai platform layanan digital keluarga.
Selain itu, dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok 3B yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD juga menjadi bagian dari upaya percepatan peningkatan kualitas gizi keluarga dan pencegahan stunting di Kalimantan Timur.
Sementara itu, melalui pelaksanaan Rakorda ini diharapkan dapat terbangun komitmen bersama antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan keluarga yang terintegrasi dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga menghasilkan sejumlah capaian strategis, di antaranya tersusunnya dokumen kesepakatan bersama, rencana aksi terintegrasi pembangunan keluarga, serta Peta Jalan Percepatan Pembangunan Keluarga di Kalimantan Timur yang selaras dengan visi Indonesia Emas 2045.
Rakorda ini menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pelaksana program pembangunan keluarga di daerah. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan pembangunan keluarga di Kalimantan Timur dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....