Kemarau Kaltim Diperkirakan Juni, BMKG Imbau Potensi Peningkatan Titik Panas

  • 07 Apr 2026 06:41 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Musim kemarau di Kalimantan Timur diperkirakan baru akan dimulai pada Juni 2026. Meski demikian, hujan masih berpotensi terjadi hingga April di sejumlah wilayah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, prakiraan ini berdasarkan pemantauan di sekitar 18 zona musim di Kaltim. Sementara itu, puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Balikpapan, Joko Sumardiono, mengatakan memasuki Mei curah hujan mulai berkurang di sebagian besar wilayah.

“Pada Juni, seluruh wilayah diperkirakan sudah tidak lagi menerima curah hujan secara signifikan,” ujarnya dikutip dari Laman Pemprov Kaltim pada Selasa 7 April 2026.

Meski memasuki musim kemarau, hujan ringan masih berpeluang terjadi di beberapa daerah. Namun, intensitasnya tidak akan setinggi pada musim hujan.

BMKG juga mengingatkan potensi peningkatan titik panas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Karena itu, masyarakat diminta lebih waspada saat memasuki periode kemarau.

Sejumlah langkah antisipasi pun disarankan, seperti memanfaatkan air hujan sebagai cadangan, menjaga lingkungan tetap hijau, serta menggunakan api secara bijak agar tidak memicu kebakaran.

Dengan kesiapsiagaan sejak dini, dampak musim kemarau diharapkan dapat diminimalkan, sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan aman dan lancar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....