Pria di Sepaku Hilang saat Berkebun, Ditemukan Tewas Diserang Buaya

  • 05 Apr 2026 13:15 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Penajam Paser Utara - Seorang pria bernama Jikram (45) ditemukan meninggal dunia di bantaran sungai sekitar kebun karet di Kelurahan Sepaku, Kecamatan Sepaku, Minggu 5 April 2026 pagi. Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Sabtu 4 April 2026 saat pergi berkebun.

Korban diduga kuat menjadi korban serangan buaya berdasarkan kondisi luka yang ditemukan pada tubuhnya. Peristiwa ini menambah kewaspadaan warga terhadap potensi ancaman satwa liar di wilayah sekitar aliran sungai.

Kepala BPBD Penajam Paser Utara, Nurlaila, menjelaskan bahwa korban berangkat dari rumah sekitar pukul 05.30 WITA untuk melakukan aktivitas deres karet di kebun miliknya. Namun hingga waktu yang biasa, korban tidak kunjung kembali ke rumah.

“Keluarganya bilang, korban sekitar jam 10 sudah kembali ke rumah, tapi kemarin lewat jamnya,” ujar Nurlaila, Minggu 5 April 2026.

Menyadari korban tidak pulang, keluarga bersama warga kemudian melaporkan kejadian tersebut dan dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan. Pencarian dilakukan dengan menyisir area kebun, hutan, hingga bantaran sungai di sekitar lokasi kejadian.

Nurlaila menambahkan, pencarian pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari sekitar pukul 01.30 WITA belum membuahkan hasil. Tim kemudian melanjutkan pencarian pada Minggu pagi dengan memperluas area penyisiran.

Sekitar pukul 08.45 WITA, tim menerima laporan dari warga yang sedang berkebun bahwa ditemukan sesosok mayat terapung di sungai tidak jauh dari lokasi awal hilangnya korban. Tim kemudian menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban ditemukan sekitar 150 meter dari titik awal hilangnya. Terdapat luka pada bagian leher serta pergelangan tangan kanan yang menguatkan dugaan korban diserang buaya saat berada di pinggir sungai.

“Diduga korban menjadi korban serangan buaya, saat berada di pinggir sungai dekat kebun,” kata Nurlaila.

Sebelumnya, sejumlah barang milik korban seperti ponsel, rokok, dan topi ditemukan di pondok tempat korban biasa beristirahat. Hal ini memperkuat dugaan bahwa korban diserang saat beraktivitas di sekitar kebun yang berdekatan dengan aliran sungai.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dinyatakan ditutup. Seluruh unsur tim SAR gabungan kemudian kembali ke pos masing-masing, sementara pihak berwenang mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan rawan satwa liar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....