Damkar Samarinda Imbau Warga Tingkatkan Waspada Kebakaran saat Kemarau
- 02 Apr 2026 19:07 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Samarinda mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran seiring masuknya musim kemarau. Kondisi cuaca yang panas dan kering dinilai dapat memperbesar risiko terjadinya kebakaran, baik akibat kelalaian manusia maupun faktor teknis.
Kepala Dinas Damkar Samarinda, Hendra AH, mengatakan bahwa periode kemarau menjadi salah satu fase paling rawan terhadap kejadian kebakaran. Aktivitas sederhana seperti membakar sampah, menurutnya, dapat berujung pada kebakaran besar jika tidak dilakukan dengan hati-hati.
“Kalau sudah masuk kemarau, masyarakat harus lebih berhati-hati, terutama saat membakar sampah atau aktivitas lain yang bisa memicu api,” ujarnya Kamis 2 April 2026 di Samarinda.
Ia menjelaskan, kebiasaan membakar sampah maupun benda lain seperti ban bekas kerap menjadi pemicu awal kebakaran. Dalam kondisi lingkungan yang kering, api dapat dengan cepat menyebar dan sulit dikendalikan.
Selain faktor tersebut, Hendra mengungkapkan bahwa penyebab dominan kebakaran di Samarinda masih didominasi oleh korsleting listrik atau arus pendek. Ia menyebut lebih dari separuh kasus kebakaran bersumber dari instalasi listrik yang tidak sesuai standar.
“Lebih dari 50 persen kebakaran itu karena korsleting listrik. Jadi instalasi listrik di rumah harus benar-benar diperhatikan,” katanya.
Untuk mengurangi risiko, masyarakat diminta memastikan seluruh perangkat listrik yang digunakan telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Penggunaan kabel, steker, maupun alat elektronik yang tidak sesuai standar dinilai dapat memicu gangguan listrik berbahaya.
Hendra juga mengingatkan agar warga tidak menumpuk penggunaan colokan listrik dalam satu sumber. Kondisi tersebut dapat menimbulkan panas berlebih yang berpotensi memicu kebakaran, terlebih jika digunakan dalam waktu lama.
“Jangan colokan listrik itu ditumpuk-tumpuk, itu berbahaya. Pastikan juga kabel tidak rusak atau terkelupas,” ucapnya.
Di tengah kondisi cuaca ekstrem, Damkar Samarinda mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keselamatan lingkungan sekitar. Upaya pencegahan dinilai jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi.
Ia berharap kesadaran masyarakat dapat terus meningkat sehingga potensi kebakaran selama musim kemarau dapat ditekan. Kewaspadaan dan kehati-hatian menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan bersama.
“Intinya, lebih baik mencegah daripada terjadi kebakaran. Waspada itu penting,” katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....