Delapan Kelas SMPN 2 Samarinda Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

  • 01 Apr 2026 16:39 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kebakaran terjadi di SMP Negeri 2 Samarinda, Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota pada Rabu, 1 April 2026 sore. Sekitar delapan ruang kelas terdampak insiden ini.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda, Hendra AH, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 15.20 Wita dan langsung mengerahkan tiga posko untuk melakukan penanganan. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman pada bagian bangunan yang terbakar.

"Yang terbakar bagian atap ruang kelas, di plafonnya. Begitunya dapat informasi pertama, tiga posko diturunkan untuk menangani kebakaran pada sore hari ini," ujar Hendra.

Menurut Hendra, proses penanganan berlangsung tanpa kendala berarti. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, diduga api berasal dari korsleting listrik.

"Dugaan sementara, yaitu ada korsleting listrik, tetapi masih dalam pendalaman dari pihak kepolisian dan yang pastinya tidak ada korban jiwa," kata Hendra.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Samarinda, Misradianto, menjelaskan kebakaran terjadi tidak lama setelah aktivitas belajar mengajar berakhir. Saat kejadian, seluruh siswa sudah pulang dari sekolah.

“Sekitar pukul tiga lewat 20 menit tiba-tiba api sudah membesar di kelas 7 yang di pojok lantai dua. Anak-anak sudah pulang sekitar 20 menit sebelumnya,” ujarnya.

Melihat api yang cepat membesar, pihak sekolah langsung menghubungi pemadam kebakaran untuk meminta bantuan. Pasalnya, kondisi api saat itu sudah terlalu besar untuk ditangani oleh pihak sekolah.

Misradianto menyebut, ruangan yang menjadi titik awal kebakaran berada di kelas 7-1 yang terletak di bagian pojok lantai dua. Di lantai tersebut juga terdapat tiga ruang kelas lain yang berada dalam satu deretan, yakni kelas 8.

Sementara itu, di lantai bawah terdapat beberapa ruang kelas lain yang juga berada tepat di bawah area kebakaran. Akibatnya, total delapan ruang kelas dilaporkan terdampak dan mengalami kerusakan.

"Ruangan yang di atas itu kelas 7-1 yang pojok, terus ada tiga ruang kelas delapan, di bawahnya ada empat kelas. Jadi ada 8 ruang kelas yang terdampak dan rusak," kata Misradianto, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....