Kampung Tenun Samarinda Diproyeksi Jadi Model Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya

  • 01 Apr 2026 14:34 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memperkuat komitmen menjadikan Kampung Tenun Samarinda sebagai model pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya yang berkelanjutan dan berdaya saing hingga tingkat nasional maupun internasional.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Sumber Daya Alam, Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat, Arief Murdiyatno, saat peluncuran program Sinergi Pengembangan Desa Wisata dan Ekonomi Kreatif Kampung Tenun Samarinda, Selasa 31 Maret 2026 di Samarinda.

Arief menegaskan, pengembangan Kampung Tenun menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi ekonomi daerah yang tidak lagi bertumpu pada sumber daya alam, melainkan mengoptimalkan potensi budaya lokal sebagai sumber pertumbuhan baru.

“Kampung Tenun kita dorong menjadi model rujukan pengembangan ekonomi kreatif. Potensi tenun Samarinda harus mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat sektor pariwisata berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program ini diarahkan tidak hanya pada penguatan konsep, tetapi juga pada capaian konkret di lapangan, seperti peningkatan kapasitas pelaku UMKM, penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kita ingin UMKM naik kelas, ekonomi warga tumbuh, dan Kampung Tenun menjadi destinasi unggulan di Kalimantan Timur,” katanya.

Dalam mendukung pengembangan tersebut, pemerintah mendorong kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, dan masyarakat. Sinergi ini mencakup peningkatan kualitas produk, kemudahan akses pembiayaan, serta penguatan pemasaran berbasis digital.

Arief menilai, di era digital saat ini, pelaku ekonomi kreatif harus mampu beradaptasi dengan pola pemasaran modern agar produk lokal dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

“Di era digital, pemasaran tidak bisa lagi konvensional. Produk lokal harus mampu menembus pasar nasional bahkan global melalui platform digital,” ucapnya.

Selain itu, pemerintah juga berupaya meningkatkan aksesibilitas menuju kawasan Kampung Tenun melalui penguatan infrastruktur dan transportasi, guna mendukung pertumbuhan sektor pariwisata berbasis budaya.

Menurutnya, Kalimantan Timur memiliki kekayaan budaya dan produk unggulan yang besar, namun masih menghadapi tantangan dalam hal pengelolaan dan pemasaran yang optimal.

“Kita punya budaya kuat dan produk berkualitas, tetapi belum sepenuhnya menjadi kekuatan ekonomi. Ini menjadi pekerjaan bersama,” ujarnya.

Dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN), peluang pengembangan ekonomi kreatif di Kalimantan Timur dinilai semakin terbuka luas. Produk lokal seperti tenun Samarinda diharapkan mampu menjadi tuan rumah di daerah sendiri sekaligus memperluas pasar ke tingkat nasional dan internasional.

“Kampung Tenun bukan hanya tentang kain, tetapi tentang identitas budaya, kebanggaan daerah, dan masa depan ekonomi masyarakat,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....