Tekanan Fiskal, Pemkot Samarinda Perketat Efisiensi Anggaran

  • 01 Apr 2026 12:24 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Pemerintah Kota Samarinda menghadapi tantangan yang cukup berat dalam pengelolaan keuangan daerah. Tekanan terhadap ruang fiskal menjadi salah satu isu utama yang disampaikan dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025.

Wali Kota Samarinda Andi Harun menjelaskan kondisi tersebut menuntut adanya langkah adaptif dalam pengelolaan anggaran. Pemerintah daerah dituntut mampu menyesuaikan kebijakan belanja agar tetap selaras dengan kemampuan keuangan yang tersedia. Salah satu strategi yang dilakukan adalah melalui efisiensi dan mitigasi belanja. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas keuangan daerah di tengah keterbatasan ruang fiskal.

“Efisiensi bukan berarti berhenti belanja, tetapi memprioritaskan yang penting,” ujar Andi Harun.

Andi Harun menegaskan fokus utama belanja diarahkan pada pelayanan dasar masyarakat. Sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur menjadi prioritas utama yang harus tetap dijaga keberlangsungannya.

Selain melakukan efisiensi, Pemerintah Kota Samarinda juga mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Upaya ini dilakukan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan yang dinilai potensial.

Namun demikian, peningkatan PAD tidak dilakukan secara agresif. Pemerintah tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat yang saat ini masih menghadapi tekanan daya beli.

“Kita tidak ingin menambah beban masyarakat dalam kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih,” ucapnya pada Senin 30 Maret 2026.

Sebagai langkah konkret efisiensi, Pemkot Samarinda melakukan pemangkasan signifikan terhadap belanja operasional. Beberapa di antaranya adalah pengurangan perjalanan dinas, penghematan penggunaan listrik dan air, serta optimalisasi sistem digital untuk menekan penggunaan kertas.

Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pendapatan dan belanja daerah. Dengan demikian, pengelolaan anggaran dapat tetap berjalan efektif hingga akhir tahun anggaran.

“Tujuannya agar anggaran cukup sampai akhir tahun dengan pengelolaan yang tepat,” ujar Andi Harun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....