Cuaca Ekstrem jelang Kemarau, BMKG Balikpapan Deteksi Hotspot

  • 30 Mar 2026 12:47 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Balikpapan – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Balikpapan mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung selama tiga hari ke depan.

Meski diprediksi segera memasuki musim kemarau, wilayah Balikpapan masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang disertai angin kencang dan kilat.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono, mengungkapkan aktivitas awan Cumulonimbus di wilayah ini masih cukup dominan.

"Perkembangan awan Cumulonimbus saat ini mencapai 75 persen dan banyak terbentuk di wilayah Balikpapan. Jadi, untuk tiga hari ke depan, hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi," ujar Djoko kepada RRI, Senin, 30 Maret 2026.

Selain potensi hujan, BMKG juga mulai mendeteksi munculnya beberapa titik panas (hotspot) yang menjadi indikasi awal Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Titik-titik tersebut terpantau berada di sebagian wilayah Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur, khususnya di area bagian tengah dan sekitar kawasan pertambangan.

Kendati demikian, Djoko menyebut fenomena ini masih dikategorikan sebagai pemanasan permukaan. "Panasnya memang sudah melebihi indikator yang ada, namun kami akan terus memperbarui informasi apakah hal tersebut murni fenomena alam atau memang terdapat kebakaran yang signifikan," ucapnya menambahkan.

Memasuki musim kemarau yang diprediksi akan berlangsung pada April hingga Agustus 2026, BMKG mengimbau masyarakat untuk mulai melakukan langkah mitigasi krisis air bersih. Warga disarankan melakukan gerakan "panen air hujan dengan menampung sisa curah hujan saat ini sebagai cadangan kebutuhan rumah tangga di musim kering nanti," ucap Djoko.

Selain itu, Djoko menambahkan, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Kesadaran warga sangat penting, terutama untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan yang dapat memicu kebakaran lahan. Mengingat potensi kebakaran akan lebih besar daripada curah hujan selama April hingga Agustus, kewaspadaan harus tetap terjaga di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....