Ditengah Keterbatasan Anggaran, Paser Genjot Pembangunan Venue Porprov

  • 29 Mar 2026 21:57 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Paser - Meskipun hingga kini jadwal pelaksanaan masih belum diketahui antara Tajun 2026 atau 2027, namun Kabupaten Paser sebagai tuan rumah penyelenggara Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim/VIII terus menggenjot sejumlah pembangunan venue agar rampung sesuai rencana.

Hal ini agar jika jadwal sudah ditentukan, maka Paser memastikan diri siap dalam menyelenggarakkan dan sukses penyelenggaraan.

Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Paser, perlu memutar otak ditengah keterbatasan anggaran yang ada.

Rencananya target pengerjaan pembagunan venue-venue serta sapras olahraga yang ada ini paling lambat 3 bulan sebelum pelaksanaan Porprov, yakni November 2026 mendatang sementara ini.

Kepala Disporapar Paser, Kurniawan, menegaskan bahwa percepatan ini adalah harga mati untuk membuktikan keseriusan Paser sebagai tuan rumah untuk membuktikan keseriusan pada pesta olahraga akbar di Kaltim itu.

Sikap optimis ini ditunjukkan katanya, karena adanya dukungan penuh Fahmi Fadli sebagai Bupati Paser, sekaligus Ketua Panitia Besar (PB) Porprov Kaltim edisi ke-8.

"Kami menargetkan seluruh venue sudah siap pada pertengahan 2026, sehingga masih ada waktu untuk penyempurnaan sebelum Porprov dilaksanakan," kata Kurniawan.

Saat ini, geliat pembangunan masuk dalam fase krusial di meja administrasi. Proses tender dan lelang melalui Bidang Barang dan Jasa tengah dipersiapkan agar pengerjaan fisik lanjutan bisa segera tancap gas pada awal Mei 2026.

Kabar baik datang dari beberapa lokasi yang dilaporkan sudah mencapai progres fisik sempurna. Gedung Bela Diri, Gedung KONI, hingga GOR Tenis Meja kini sudah berdiri kokoh. Namun, Kurniawan mengingatkan bahwa gedung yang sudah jadi bukan berarti pekerjaan selesai total.

"Secara fisik sudah selesai, tetapi masih perlu perlengkapan tambahan untuk mendukung operasional saat event," ujarnya.

Menurut Kurniawan, detail kecil seperti sarana pendukung pertandingan tetap menjadi prioritas agar kenyamanan atlet dan penonton terjaga.

Di sisi lain, masih ada pekerjaan rumah yang menuntut perhatian lebih, terutama untuk proyek-proyek yang progresnya masih di bawah 90 persen. Salah satu yang paling disorot adalah lintasan balap motor. Meski aspal konstruksi utama sudah rampung, wajah sirkuit tersebut masih perlu polesan akhir.

"Fasilitas pendukung seperti pagar pembatas dan tribun penonton masih dalam proses pembangunan," ucap Kurniawan menambahkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....