BPBD Kaltim Siapkan Langkah Antisipasi Hadapi Potensi Karhutla di Musim Kemarau

  • 29 Mar 2026 15:32 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang masuknya musim kemarau. Kewaspadaan ini ditingkatkan setelah terpantau sekitar 77 titik panas di sejumlah wilayah kabupaten dan kota.

Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kaltim, Cahyo Kristanto, mengatakan saat ini pihaknya baru meningkatkan kewaspadaan lantaran masih menunggu terbitnya Surat Keputusan (SK) Gubernur terkait penetapan status siaga bencana hidrometeorologi.

“Regulasinya masih dalam proses. Harapannya dalam waktu dekat sudah ada keputusan resmi,” ujar Cahyo.

Meski begitu, BPBD Kaltim telah menyiapkan berbagai langkah teknis untuk menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Juli hingga September. Persiapan dilakukan dengan memastikan kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan karhutla, seperti mesin pompa air agar respons di lapangan dapat dilakukan lebih cepat.

Selain kesiapan peralatan, BPBD Kaltim juga mendorong penguatan koordinasi lintas sektor dalam upaya penanganan karhutla. Sebab, Cahyo menilai, penanganan kebakaran hutan dan lahan bisa cepat diatasi apabila pemerintah daerah, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), perusahaan perkebunan, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) saling bekerja sama.

Sementara itu, terkait sebaran wilayah yang rentan mengalami karhutla, Cahyo menyebut berdasarkan hasil evaluasi kejadian pada 2023, sebagian besar wilayah di Kalimantan Timur memiliki tingkat kerawanan yang sama karena berada di daerah dengan karakteristik gambut.

“Berdasarkan evaluasi kejadian tahun 2023, hampir seluruh wilayah di Kaltim memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap karhutla,” ucapnya.

Namun, bila merujuk pada data pemantauan terbaru, terdapat 77 titik panas yang tersebar di wilayah Kabupaten Paser, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau, dan sebagian wilayah Kota Bontang. Meski masih terdapat potensi hujan, BPBD Kaltim tetap mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membuka lahan dengan cara membakar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....