Cuaca Panas Ekstrem Mulai Ancam Pertanian di Kukar, Petani Waspadai Lonjakan Harga

  • 28 Mar 2026 20:02 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Kutai Kartanegara - Gelombang cuaca panas ekstrem yang melanda Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam beberapa hari terakhir mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu produktivitas lahan pertanian dan memicu kenaikan harga bahan pokok di pasaran.

Sejumlah petani kini mulai melakukan langkah antisipasi agar tanaman tidak terdampak kekeringan akibat minimnya curah hujan.

Salah seorang petani di Kukar, Mulyadi, mengatakan panas terik yang berlangsung selama beberapa hari berturut-turut mulai memengaruhi kondisi tanaman di ladang.

Menurutnya, berkurangnya pasokan air membuat proses perawatan lahan menjadi lebih berat dibanding hari-hari biasa.

“Sudah hampir tiga hari berturut-turut panas terik terus. Ini cukup berpengaruh bagi kami para petani. Kalau air mulai sulit, perawatan tanaman jadi lebih berat,” ujarnya, Jumat 27 Maret 2026.

Untuk mencegah risiko gagal panen, para petani meningkatkan intensitas penyiraman baik secara manual maupun menggunakan alat bantu.

Dalam kondisi tertentu, mereka juga harus meminta bantuan pasokan air dari pihak lain, termasuk armada pemadam kebakaran.

“Untuk mengantisipasi kemarau ini, kami lebih sering menyemprot air. Kadang kami juga minta bantuan pemadam. Kalau air sulit didapat, pasti berdampak ke hasil panen,” katanya.

Mulyadi mengaku kekhawatiran terbesar petani saat ini adalah terganggunya stabilitas harga bahan pokok di pasar.

Ia menilai komoditas seperti cabai, bawang, dan beras sangat sensitif terhadap perubahan cuaca karena sangat bergantung pada ketersediaan air dan kelancaran irigasi.

Jika produksi menurun akibat kemarau, harga bahan pokok yang sebelumnya mulai melandai pascalebaran berpotensi kembali naik.

“Apalagi kemarin harga cabai dan bawang sudah naik saat Ramadan dan Lebaran. Kalau ditambah kemarau lagi, bisa naik lagi harganya. Ini tentu memengaruhi harga pasar dan daya beli masyarakat,” ujarnya.

Para petani berharap Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar segera melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan serta menyiapkan sarana pompa air bagi kelompok tani.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus memastikan ketahanan pangan daerah tetap terjaga di tengah cuaca panas ekstrem.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....