Muhammadiyah Tekankan Toleransi di Tengah Perbedaan Lebaran
- 20 Mar 2026 08:23 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pimpinan Cabang Muhammadiyah Samarinda Utara menekankan pentingnya toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan dalam momentum Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah yang dilaksanakan Jumat, 20 Maret 2026 di kawasan GOR Kadrie Oening Sempaja.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Samarinda Utara, Ustaz Taufiq Rahman, mengatakan perbedaan penetapan hari raya merupakan hal yang perlu disikapi secara arif dan bijaksana. Menurutnya, nilai toleransi harus terus dijaga agar keharmonisan umat tetap terpelihara.
Ia mengingatkan bahwa pada hari pelaksanaan salat Id tersebut, masih ada sebagian umat Islam yang menjalankan ibadah puasa. Kondisi ini, menurutnya, menjadi momentum untuk saling menghormati dalam bingkai ukhuwah Islamiyah.
“Jika ada hal-hal yang berbeda dengan kita, maka kita sikapi dengan arif dan bijaksana. Kita harus menekankan toleransi, karena masih ada saudara-saudara kita yang hari ini berpuasa. Mari kita hormati,” ujarnya.
Dalam suasana Idulfitri yang identik dengan kemenangan, Taufiq menegaskan bahwa makna hari raya tidak hanya berhenti pada ibadah ritual semata. Ia menilai Idulfitri harus menjadi titik awal memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, nilai-nilai Ramadan seperti kepedulian dan kebersamaan harus terus dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kehadiran umat Islam dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
“Nuansa Idulfitri bukan saja ritual, tetapi ibadah sosial harus kita tekankan agar masyarakat di sekitar kita mendapatkan manfaat,” ucapnya.
Selain itu, Taufiq juga mengapresiasi peran pemerintah daerah yang telah memfasilitasi pelaksanaan salat Idulfitri Muhammadiyah. Ia menyebut dukungan tersebut menjadi bentuk sinergi yang baik antara organisasi keagamaan dan pemerintah.
Di sisi lain, tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti salat Idulfitri turut menjadi perhatian. Taufiq mengungkapkan jumlah jemaah yang hadir tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia memperkirakan jumlah jemaah mencapai lebih dari 2.000 orang, melampaui kesiapan panitia yang hanya mencetak sekitar 1.500 naskah khutbah. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya semangat masyarakat dalam merayakan Idulfitri.
“Dibandingkan tahun lalu, alhamdulillah tahun ini membeludak sekali. Kemungkinan di atas 2.000 jemaah hadir. Ini menunjukkan semangat kebersamaan umat,” katanya.
Lebih lanjut, ia menilai ketertiban jemaah selama pelaksanaan salat menjadi faktor penting dalam kelancaran kegiatan. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat turut membantu panitia dalam menyukseskan pelaksanaan ibadah tersebut.
Di akhir pernyataannya, Taufiq kembali menegaskan pentingnya memperkuat ukhuwah Islamiyah serta memperdalam solidaritas sosial sebagai wujud nyata dari nilai Idulfitri.
Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun tidak hanya dirasakan saat hari raya, tetapi juga terus berlanjut dalam kehidupan bermasyarakat di Kota Samarinda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....