Distribusi Biomassa Skala Besar lewat Jalur Laut Mulai Diakselerasi
- 09 Mar 2026 15:21 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID,Balikpapan - Upaya penguatan transisi energi melalui pemanfaatan biomassa di Indonesia memasuki babak baru dengan dimulainya pengiriman skala besar antarpulau. Terbaru, sebanyak 6.700 ton biomassa jenis cangkang sawit berhasil dikirim dari Berau menuju Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, menggunakan moda transportasi tongkang.
Volume pengiriman ini tercatat sebagai salah satu mobilisasi biomassa terbesar dalam satu kali angkut, melampaui rekor pengiriman sawdust (serbuk gergaji) ke Tuban yang mencapai 5.600 ton sebelumnya. Langkah ini diproyeksikan menjadi katalisator dalam mengejar target pasokan biomassa nasional sebesar 3,65 juta ton pada tahun 2026.
Direktur Biomassa PT PLN EPI, Hokkop Situngkir mengaku sangat senang dengan pencapaian tersebut. Menurutnya, pengiriman biomassa sebanyak 6.700 ton sekali kirim adalah yang terbesar. Sebelumnya, sudah ada pengiriman biomassa jenis sawdust menggunakan tongkang ke PLTU Tanjung Awar-awar Tuban sebanyak 5.600 ton.
“Ini adalah pengiriman terbesar. Sekali kirim 6.700 ton biomassa. Saya harap, ini adalah awal yang baik untuk mencapai target 3,65 juta ton di 2026 ini,” ujar Hokkop pada Senin, 9 Maret 2026.
Cangkang sawit dipilih karena karakteristiknya yang masuk dalam kategori biomassa premium. Dengan nilai kalori yang mendekati batu bara, material ini dinilai efektif untuk meningkatkan persentase cofiring (pembakaran campuran) pada pembangkit listrik tanpa menurunkan performa kualitas pembakaran secara signifikan.
“Bukan tidak mungkin ke depan, cangkang sawit dari Kalimantan dikirimkan ke PLTU di Sulawesi. Sebelumnya, _sawdust_ dari Sulawesi pernah dikirimkan ke PLTU Tuban, Jawa Timur. Transportasi laut adalah salah satu solusi untuk pemerataan pasokan biomassa sesuai target di masing-masing PLTU,” ucap Hokkop.
Selain aspek teknis material, optimalisasi jalur laut menjadi kunci keberlanjutan distribusi. Mengingat kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, penggunaan tongkang dianggap sebagai solusi paling efisien. Keunggulan utamanya terletak pada kapasitas angkut yang jauh lebih besar dibandingkan moda darat, serta aksesibilitas menuju fasilitas dermaga (jetty) yang mayoritas sudah tersedia di area pembangkit.
Kesenjangan ketersediaan bahan baku antarwilayah kini mulai teratasi dengan skema logistik maritim. Kalimantan, yang memiliki cadangan cangkang sawit melimpah, diposisikan sebagai lumbung pasokan yang dapat menyuplai kebutuhan energi di pulau lain, seperti Sulawesi maupun Jawa.
Inovasi dalam pola distribusi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan biomassa di setiap unit pembangkit. Keberhasilan pengiriman di Balikpapan menjadi tolok ukur bahwa kendala geografis bukan lagi penghalang dalam distribusi energi terbarukan di Indonesia, sekaligus memperkuat optimisme terhadap pencapaian target energi nasional di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....