Kaltim Kejar Realisasi 1.320 Hektare Program Cetak Sawah Hingga Maret 2026
- 09 Mar 2026 10:15 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mempercepat pelaksanaan program cetak sawah baru sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah. Program yang mulai dijalankan pada 2025 itu ditargetkan mampu menambah luas lahan pertanian produktif di sejumlah kabupaten.
Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kalimantan Timur, Fahmi Himawan, mengatakan usulan awal cetak sawah di Kaltim mencapai sekitar 1.890 hektare. Program tersebut kini masih berjalan dan ditargetkan rampung hingga batas waktu nasional pada 31 Maret 2026.
“Dari usulan sekitar 1.890 hektare, saat ini yang berpotensi bisa dicapai jika berjalan 100 persen sekitar 1.320 hektare,” ujarnya kepada RRI, Senin 9 Maret 2026.
Ia menjelaskan, pelaksanaan program tersebut dilakukan secara swakelola dengan melibatkan unsur TNI Angkatan Darat di lapangan. Keterlibatan TNI diharapkan mampu mempercepat proses pembukaan lahan sawah baru di sejumlah wilayah.
Adapun lokasi cetak sawah yang sedang dikerjakan tersebar di beberapa kabupaten di Kalimantan Timur. Kabupaten Berau menjadi wilayah dengan luasan terbesar mencapai sekitar 425 hektare.
Selain itu, program cetak sawah juga dilaksanakan di Kabupaten Paser seluas sekitar 201 hektare. Sementara di Kabupaten Mahakam Ulu direncanakan seluas 141 hektare.
Kabupaten Kutai Timur menjadi daerah dengan luasan kedua terbesar dalam program ini, yakni sekitar 553 hektare. Pemerintah daerah bersama tim pelaksana terus mempercepat pekerjaan di lapangan agar target luasan yang telah direncanakan dapat tercapai.
Fahmi menambahkan, dengan waktu pelaksanaan yang tersisa sekitar beberapa minggu ke depan, pihaknya tetap optimistis capaian program cetak sawah di Kaltim dapat melampaui 1.000 hektare. Hal tersebut diharapkan mampu memperkuat produksi pangan daerah sekaligus mendukung upaya peningkatan ketahanan pangan di Kalimantan Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....